CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

Strategi Pemasaran Digital Startup Baru yang Efektif

Diperbarui: Jun 8

Banyaknya pengguna internet saat ini, membuat bermacam bisnis lebih mengutamakan pemasaran digital, tak terkecuali perusahaan startup lama maupun baru. Terlebih sebagian besar menghabiskan waktu online-nya di media sosial, sehingga ranah itu jadi media empuk untuk promosi.

Namun untuk menjangkau dan menarik perhatian konsumen, kalian harus paham dulu strategi pemasaran digital. Menyediakan konten tak sekadar soal posting berkala, tapi harus direncanakan sebegitu rupa supaya hasilnya optimal.

Tak jarang, strategi pemasaran digital yang terkesan hardselling dapat stigma negatif dari netizen di media sosial. Pasalnya, sistem pemasaran seperti ini dirasa terlalu memaksakan produk dalam konten tulisan yang sebetulnya tak nyambung.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa strategi pemasaran digital ini bisa kalian terapkan sebelum memperkenalkan startup baru.


1. Menyusun Strategi Terbaik

Strategi yang kalian perlukan untuk memulai pemasaran digital adalah rencana tindakan dan menentukan target tertentu. Seperti menentukan pemasaran digital promosi hanya akan berlangsung selama satu bulan dengan berhasil menjaring beberapa pelanggan, misalnya.

Lalu apa saja yang mestinya kalian lakukan dalam strategi pemasaran digital? Kalian bisa membuat deadline dan aktivitas apa saja yang hendak dilakukan, dan mengatur ketentuan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan pada saat eksekusi pemasaran tersebut.


2. Memahami Karakter Konsumen

Tiap konsumen punya latar belakang berbeda, sehingga perbedaan itulah yang menjadikannya terbagi jadi beberapa segmentasi. Misalnya anak SMA yang tengah mabuk perbukuan teenlit harus dibedakan dengan peluang anak-anak yang ingin berada di antara genangan komik.

Penggolongan seperti ini nantinya memudahkan kalian supaya tahu konsumen seperti apa yang ingin kalian sasar. Tak cuma umur dan tingkat pendidikan tertentu, tapi juga jenis kelamin. Umpama kalian membuat startup e-book maka range umur biasanya berada di umur 18-35 tahun.


3. Mengetahui Brand Apa yang Ingin Dipasarkan

Sebelum membawa produk startup kalian terjun ke pasaran, ada baiknya kenali dulu produk apa yang ingin kalian perkenalkan itu. Sebutkan keunggulannya dibandingkan dengan produk kompetitor tanpa menjelekkan produk lain.

Umpama kalian ingin mengenalkan startup e-book, kalian bisa mulai dari membuka misi ingin mengentaskan tuna aksara dan gagap teknologi di Indonesia Timur, misalnya. Tersebab e-book unik kalian mampu membuat penggunanya saling terhubung satu sama lain.

Masuk ke pasar memang susah terlebih kalian mebawa startup baru di lingkungan baru. Tingkat keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh keterampilan kalian ketika menjelaskan keuntungan apa saja yang bisa konsumen kalian dapatkan jika memakai produk baru kalian.


4. Menghadapi Kompetitor

Dalam strategi pemasaran digital, sebelum memasarkan produk startup baru kalian lebih efektif maka ketahui dulu kekuatan kompetitor. Apakah ada pesaing dengan startup sejenis, ataukah startup berbeda di ruang segmentasi yang sama.

Keberadaan pesaing tentu membuat kalian harus mengatur kembali strategi pemasaran digital seperti meminta review konsumen untuk membuat perbandingan produk kalian dengan pesaing dan mengapa harus memilih produk kalian dibanding yang lain.


5. Membuat Konten Marketing yang Berbeda dan Menarik

Alih-alih membuat konten njelimet yang padat berisi detil produk seperti rumus kimia, mengemas konten yang naratif dengan bahasa yang renyah enak dibaca berisi ragam testimoni justru lebih menarik untuk dibaca.

Ubah cara kalian membuat konten yang membosankan itu. Sesungguhnya konsumen tak akan senang dan sulit menghapal spesifikasi produk kalian jika bahasanya seperti ringkasan pelajaran di sekolah. Usahakan buat konten yang berbeda dari yang sudah ada.


6. Perbanyak Konten Berbau Visual

Kalau kalian jeli menanggapi strategi pemasaran digital, konsumen itu sebetulnya lebih menyukai konten dengan gambar yang banyak. Terlebih jika gambar itu menarik, pasti konsumen dengan mudah mengeklik tombol like dan share.

Hal ini diperkuat fakta bahwa ternyata otak homo sapiens 60 ribu kali lebih cepat memroses bentuk visual dibanding stimulasi yang lain. Sehingga jika kalian membuat konten tulisan dalam blog-pun harus memperhitungkan keberadaan gambar sebagai bagian dari marketing.

Mungkin ini sebabnya pula mengapa setiap artikel memuat beberapa gambar sekaligus. Bahkan sampai ada yang membuat standar baru di setiap 300 kata selalu disisipi konten visual. Namun jika kalian menerapkan cara seperti ini harus menyesuaikan relevansi antara artikel dan gambar.


7. Mencoba Gunakan Google Adwords

Strategi pemasaran digital paling efektif namun lumayan menguras kantong adalah Google Adwords dalam memasarkan bisnis startup kalian. Meski cara marketing ini berbayar, tapi keuntungannya bisa tampil di halaman pertama Google saat konsumen mengetikkan kata kunci tertentu.

Hanya saja yang jadi kelemahannya ketika kalian berhenti membayar iklan yang tayang di Google, iklan itu akan hilang tanpa jejak. Urutan nomor di halaman pertama pun juga dikenakan harga yang berbeda. Semakin atas semakin mahal biayanya.


8. Mengoptimalkan SEO

Beda halnya jika sebelumnya kalian membuat artikel kalian tayang di halaman pertama Google harus membayar sekian persen dari hasil keuntungan, kalian bisa menerapkan strategi pemasaran digital dengan mengoptimalisasikan mesin pencari.

Kalian bisa memakai kata kunci untuk memasarkan produk kalian dengan kata kunci turunannya agar keberadaannya di halaman pertama Google lebih tahan lama. Memakai cara ini setidaknya bisa menghemat dana pemasaran jika kalian mau sedikit bersusah payah membuat konten menarik.

Di samping itu, memakai SEO bisa membuat produk startup kalian sedikit lebih lama bertahan di halaman pertama meski pesaing sudah tak lagi maintenance website yang berisi produk kalian. sampai akhirnya Google melakukan update algoritma hingga turun peringkat di halaman kedua.


9. Gunakan Facebook dan Instagram Ads

Fungsinya sama seperti Google Adwords, Facebook dan Instagram Ads memakai sistem monetisasi PPC (Pay Per Click) dalam memasarkan produknya. Karena berada dalam ranah media sosial yang mana sebagai media online paling banyak diakses, maka cara ini terbilang efektif menyapa konsumen.

Hanya saja tentu kalian harus menyiapkan dana yang tak sedikit untuk membayar pemasaran produk jenis ini. Biarpun begitu, cara ini jadi yang paling diminati oleh sesama pelaku bisnis seperti kalian yang tak mau repot-repot mengoptimasi mesin pencari.


10. Manfaatkan Influencer Marketing

Keberadaan selebgram dan tokoh yang jadi viral dan populer di media sosial tentu jadi cara ampuh untuk membuat konsumen semakin mengenal produk kalian. Cara ini mungkin kalian kenal dengan endorsement, bentuk kerja sama antara kalian dan pihak populer.

Kalian bisa meminta ulasan dan testimoni para influencer terkait produk kalian di website maupun di media sosial. Sebab kekuatan influencer yaitu punya daya magis untuk meyakinkan followers terhadap apa yang direkomendasikannya. Sangat fantastis, bukan?

Tapi kalian harus hati-hati. Semakin ke belakang, banyak strategi marketing digital memakai jasa influencer bukan murni testimoni tapi sudah di-setting sedemikian rupa oleh pemasar itu sendiri. Sehingga yang terjadi adalah sikap skeptis konsumen terhadap rekomendasi sang tokoh populer itu.

Pilihlah influencer yang tak cuma punya followers banyak, tapi juga sesuai dengan spesifikasi bisnis startup kalian. Semakin influencer merasa terkenal, pasti mematok harga tinggi. Dan yang tak kalah penting, pertimbangkan juga attitude dan reputasinya.

0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja