CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

Kiat Atur Keuangan Pribadi untuk Mahasiswa

Diperbarui: Jun 8

Menjadi mahasiswa adalah fase untuk mendewasakan diri, menjadi pribadi yang mandiri, dan ajang pembuktian diri. Tak jarang pencarian jati diri masa sekolah akan memuncak pada fase ini sehingga melahirkan pribadi mahasiswa yang idealis dan mandiri.

Terlebih menjadi mahasiswa rantau, jauh dari jangkauan kampung halaman, tentu mahasiswa lebih dituntut supaya bisa bertahan hidup dari hari ke hari, dari bulan ke bulan. Tak hanya mengupayakan supaya perut tidak keroncongan, tapi juga bagaimana caranya bisa membayar SPP semester depan.

Bayangkan, kalian bukan anak satu-satunya yang hidupnya harus dibiayai oleh orangtua. Tak selamanya orangtua akan baik-baik saja. Bisa saja ada kebutuhan mendadak yang mengakibatkan lambatnya suplai dana pada kalian.

Inilah yang ditakutkan mahasiswa. Uang saku sudah habis, sementara kiriman bulanan orangtua tak kunjung datang. Menahan lapar takut pingsan, ingin pinjam uang takut tak bisa bayar, maka sebaiknya cara mengatur keuangan pribadi untuk mahasiswa ini perlu dipelajari.


1. Menentukan Berbagai Sumber Pemasukan dan Jenis Pengeluaran

Sebagian besar mahasiswa masih menggantungkan 100% pemasukannya dari kucuran dana orangtua. Bukan hanya untuk biaya kuliah, tapi juga jajan, dan biaya tempat tinggal. Tak salah memang, mengingat pelajar dan mahasiswa masih menjadi tanggungan orangtua.

Mengingat hal itu, sebagai mahasiswa rantau ada baiknya kalian harus mulai belajar disiplin dan tanggung jawab. Tak hanya disiplin soal waktu bangun tidur dan mengurus kamar kos, tapi juga disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Untuk mengatur jenis pengeluaran bagi seorang mahasiswa haruslah cermat. Alokasikan lebih dulu pada kebutuhan wajib mulai dari keperluan kuliah, sewa kos, uang makan, uang transport, pulsa dan kuota, dan keperluan sehari-hari.


2. Cari Pekerjaan Sampingan

Kiriman bulanan orangtua kadang tak sampai di dompet tepat waktu. Sementara itu, kebutuhan perkuliahan sehari-hari seperti fotokopi tugas-tugas kuliah, membeli peralatan praktikum, dan lain sebagainya sangat mendesak dan harus dibayar lunas saat itu juga.

Untuk menunjang keberlangsungan kuliah, tentu tak ada salahnya jika kalian coba mencari pekerjaan sampingan paruh waktu atau freelance, yang sesuai dengan passion dan kemampuan kalian melalui informasi internet atau senior dan teman kuliah.

Di kota-kota besar dengan urban pelajar yang tinggi, lowongan kerja paruh waktu khusus mahasiswa banyak ragamnya, mulai dari penjaga toko, kedai kopi, dan lainnya. Atau yang tak terlalu mengikat dan cukup punya bakat, cobalah melamar menjadi asisten dosen.


3. Mengatur Anggaran Keuangan

Betul adanya jika kebutuhan menyesuaikan budget. Jika uang bulanan dari orangtua terbilang mepet, harusnya kalian pandai mengatur keuangan pribadi. Jangan berharap tiap kali uang kalian habis akan segera ditransfer, mulailah sedikit lebih dewasa dengan tidak sering meminta.

Menilik besaran jumlah pemasukan dan jenis pengeluaran apa saja yang diperlukan setiap bulan, ini bisa menjadi gambaran untuk membuat anggaran agar sangat membantu dalam mengatur keuangan pribadi bagi mahasiswa yang ingin tak terlalu merepotkan orangtuanya.

Setelah rincian anggaran tersebut dibuat, kalian harus benar-benar disiplin mematuhinya agar realisasi pengeluaran tak sampai melompat jauh dari yang diperkirakan semula. Tujuan anggaran dana adalah untuk mengontrol pengeluaran yang tak perlu.


4. Mencatat Arus Keuangan

Pencatatan keuangan ini dimaksudkan supaya uang yang kalian pakai selama sebulan bisa ditelusuri jejaknya. Baik pemasukan maupun pengeluaran, tiap transaksi mesti dicatat dan dikontrol tiap hari supaya tak terjadi pemakaian uang melebihi batas.

Pembelian barang-barang kecil atau jajan serupa cilok dan jagung rebus yang tak memakai nota pembelian kadang membuat kalian bingung sendiri dengan bertanya-tanya kenapa uang yang tersisa tak sesuai dengan nominal di jurnal keuangan.

Itulah kenapa, mencatat dengan detail tiap transaksi wajib kalian patuhi guna menyelamatkan diri dari kelaparan di akhir bulan. Dan tentu saja, kalian jadi tahu mana barang yang perlu dan tidak perlu dibeli.


5. Menyisihkan Dana Darurat

Menjadi mahasiswa yang jauh dari orangtua, sudah sangat beruntung di akhir bulan tak sampai puasa Senin-Kamis. Lebih beruntung lagi jika kalian punya uang sisa dan mengalokasikan menjadi dana darurat.

Adapun dana darurat ini menjadi sangat penting dan genting, manakala uang bulanan kalian yang sudah dialokasikan sesuai anggaran keuangan dirasa tetap tak mencukupi kebutuhan mendesak semacam motor pecah ban, kecelakaan, laptop rusak, dan lainnya.

Besaran dana darurat mahasiswa bervariasi, kalian bisa mengatur besaran dana darurat yang ingin dialokasikan jika kebutuhan pokok bulanan sudah terpenuhi. Untuk menyimpannya, kalian bisa membuka rekening baru berbasis syariah.


6. Menabung dan Memulai Investasi

Mengalokasikan dana darurat dan menabung merupakan suatu hal yang berbeda. Jika dana darurat digunakan untuk memenuhi hal mendesak, maka tabungan memiliki masa yang lebih panjang. Tidak ada salahnya mahasiswa memiliki tabungan.

Berinvestasi kecil-kecilan juga memungkinkan bagi mahasiswa. Mumpung masih jadi mahasiswa dan berstatus lajang dan tak ada tanggungan selain diri sendiri, setidaknya kalian masih punya waktu yang panjang untuk mempersiapkan masa depan.


7. Mengatur Keinginan dan Ego

Menolak ajakan teman untuk nongkrong di kafe atau sekedar keluar menghabiskan waktu weekend di tempat-tempat yang menyenangkan sepertinya terlalu sayang untuk dilewatkan. Memutuskan untuk tidak ikut bersenang-senang, tapi takut tidak memiliki teman.

Atau mendadak lapar mata saat berkunjung ke pusat perbelanjaan dan toko-toko tertentu pasti sangat menyiksa. Apalagi menyaksikan jika barang yang kalian incar adalah limited edition. Atau barangkali ada yang tergoda barang yang sebetulnya tak terlalu dibutuhkan?

Problematika keinginan dan ego ini yang kadang merusak komitmen kalian supaya tak patuh terhadap rencana anggaran yang telah kalian buat sendiri. Manipulasi keinginan menjadi seperti sebuah kebutuhan itulah yang akan merusak keuangan pribadi kalian.


8. Meminimalisasi Penggunaan Uang

Menjadi mahasiswa, tentu kebutuhan akan buku-buku penunjang perkuliahan menjadi sangat penting. Untuk bisa menjadi mahasiswa cerdas, tak harus semuanya beli. Cari cara semisal pinjam senior, pinjam buku perpustakaan kampus, atau perpustakaan kota.

Semiskin-miskinnya mahasiswa, hindari membeli buku-buku bajakan yang dijual di beberapa sudut kota yang justru akan memiskinkan penulis buku-buku itu sendiri.

Contoh lain untuk meminimalisasi uang yaitu dengan memanfaatkan fasilitas kampus seperti wifi. Memakai transportasi umum dan berjalan kaki tentu lebih sehat dan hemat daripada memakai kendaraan pribadi.

Status mahasiswa itu istimewa, dan cobalah pergunakan hak istimewa itu untuk menghemat pengeluaran pribadimu dengan berkunjung di tempat-tempat yang memang menawarkan diskon atau harga khusus mahasiswa.

Menyempatkan diri untuk memasak dan mencuci baju sendiri tak hanya hemat, tapi juga mengasah sisi kreatif kalian sebagai mahasiswa yang mandiri. Hidup di kos-kosan, kalian tak hanya seorang diri, memasak bersama adalah cara mendekatkan pertemanan.

Sebagai cara lain untuk menghemat, mulai ubah kebiasaan; kerjakan apa yang bisa dikerjakan sendiri. Menjadi mahasiswa cerdas dan mandiri, harus mampu mengatur keuangan pribadi dan kreatif sehingga nantinya mampu menghidupi dirinya sendiri.




0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja