CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

Kerja Cerdas Bukan Kerja Keras, 8 Tips Manajemen Waktu Supaya Lebih Produktif

Diperbarui: Jun 8

Pernahkah kalian merasa waktu beraktivitas 24 jam masih kurang? Di Mars, dalam sehari punya waktu lebih dari 24 jam. Sekitar sejam lebih lama dari waktu di Bumi. Tertarik tinggal di Mars biar bisa punya waktu lebih dari 24 jam? Jangan, keburu tua baru bisa sampai di planet merah itu.

Daripada mimpi jadi penghuni Mars yang masih utopis itu, mending kalian mengatur siasat supaya waktu sedikit itu bisa muat banyak aktivitas tanpa banyak menunda pekerjaan di hari lain. Semakin menunda, tambah lama pula sukses kalian.

Sebetulnya masing-masing punya jatah waktu yang sama tiap hari. Bedanya, banyak tidaknya jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi seabrek apapun pekerjaan kalian, sangat ditentukan bagaimana manajemen waktu supaya lebih produktif.

Agar kalian pintar dalam manajemen waktu supaya lebih produktif, beberapa tips ini cocok untuk kalian pekerja cerdas.


1. Buat Daftar Rencana Pekerjaan

Tidak punya daftar pekerjaan apa saja yang mesti dikerjakan tiap hari bisa membuat kalian stres berkepanjangan. Rasanya selalu saja ada pekerjaan yang tak kunjung selesai. Sebalnya lagi, kalian harus dikejutkan oleh deadline di depan mata.

Pekerjaan kalian tak akan pernah produktif kalau masih saja memakai cara serampangan. Kebingungan dan kegelisahan akan mendominasi mood sepanjang hari, setiap hari. Bagaimana, kalian betah dengan hidup tanpa daftar perencanaan?

Mulai sekarang, ketahui manajemen waktu supaya lebih produktif dalam bekerja, coba buat daftar pekerjaan apa saja yang hendak kalian kerjakan hari ini. Agar lebih gampang, urutkan jenis pekerjaan dari pagi sampai malam menjelang tidur. Rutin tiap hari.

Kalian bisa menulis tangan di catatan kecil seperti sticky note, menempelkan di tepian layar komputer, di papan kerja, di cermin, atau di tempat yang sekiranya kalian mudah mengakses. Tapi jangan coba menghindar untuk tidak membacanya. Itu sama saja bohong.

Tetapi jika kalian buat catatan pengingat di smartphone, kalian tak akan mudah menghindar begitu saja. Reminder yang kalian aktifkan mau tak mau memecut kalian supaya mengerjakan sesuai daftar pekerjaan yang kalian buat sendiri.


2. Susun Skala Prioritas

Dalam manajemen waktu supaya lebih produktif, selanjutnya kalian harus menentukan skala prioritas. Pisahkan jenis pekerjaan apa yang kalian utamakan dengan hal lain yang bisa dikesampingkan sementara.

Ketika pekerjaan prioritas sudah ditentukan, tugas kalian adalah mengerjakannya. Saat bekerja, atur bagaimana caranya supaya tidak ada gangguan lain yang bisa menghambat aktivitas tersebut. Susun juga agar pekerjaan non-prioritas tak mengubah posisi si prioritas.

Misalnya kalian lebih memilih menulis caption Instagram dulu daripada menulis lanjutan skripsi. Atau kalian malah laundry dulu ketimbang menyelesaikan buat laporan keuangan kantor. Di mana tanggung jawabnya?


3. Atur Jadwal Pekerjaan

Masih terkait dengan skala prioritas, mengatur jadwal pekerjaan ini sangat penting bagi manajemen waktu supaya lebih produktif. Penjadwalan. Saat skala prioritas selesai kalian susun, pengaturan jadwal juga tak kalah penting.

Sesuai daftar prioritas pekerjaan, kalian bisa menyusun berurutan. Biasanya pekerjaan dengan deadline paling mendesak lebih diprioritaskan daripada yang lain. Biarpun begitu, kalian tak pernah punya prioritas dan jadwal yang sama persis dengan lainnya.


4. Tentukan Deadline Pekerjaan

Seperti saat kalian tengah menulis skripsi, pasti dosen pembimbing selalu merecoki dengan pertanyaan, “mau sampai kapan.” Itu merupakan momok terngeri sepanjang sejarah jika kalian sendiri tak membuat tenggat waktu kapan selesai.

Alhasil, jika manajemen waktu supaya lebih produktif tak diaplikasikan dengan baik, kalian tak akan pernah lulus tepat waktu. Sampai kalian merasa bosan dan akhirnya bertanya pada diri sendiri, “mau sampai kapan.” Pastinya hanya kalian yang sanggup menjawabnya.

Penulis fiksi seproduktif Tere Liye saat mengerjakan proyek menulisnya pasti juga memasang deadline. Kalau tidak, bukunya tak sebanyak yang kalian lihat di rak toko buku.

Tak hanya urusan skripsi dan buku fiksi, hal-hal kecil yang kalian lakukan tiap hari mesti punya deadline. Tak cuma menentukan sampai kapan pekerjaan itu selesai, aktivitas bersenang-senang seperti menghabiskan waktu berjam-jam di Youtube juga harus ada tenggat waktu.

Mau sampai kapan.


5. Fokus Pada Apa yang Sedang Dikerjakan

Tips buat kalian tentang manajemen waktu supaya lebih produktif selanjutnya adalah menentukan titik fokus. Hasil jepretan kamera secanggih apapun tak bagus kalau tak punya titik fokus, apalagi pekerjaan kecil yang sebetulnya bisa kalian selesaikan dengan cepat.

Kalau kalian mengerti, sebetulnya fokus adalah kunci menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Umpama kalian atlet lari marathon, kalian tidak akan pernah menjuarai olimpiade kalau sepanjang perjalanan malah berhenti mengagumi bunga dan pepohonan.

Contoh nyata yang mengganggu fokus kalian sehingga tak bisa tepat waktu menyelesaikan pekerjaan, misal bekerja memakai internet, tapi dengan sengaja jemari kalian terpeleset ke situs sebelah yang lebih asyik seperti Youtube, misalnya.

Belum lagi notifikasi smartphone, pasti tangan kalian gatal mengecek isinya. Bukan chat masuk, padahal cuma pemberitahuan BMKG yang update prakiraan cuaca. Tapi kalau kalian tidak mengabaikannya atau pasang mode “silent”, kalian tak bisa fokus.


6. Hindari Pekerjaan Multitasking

Setakjub apa kalian mendengar gelar multitasking? Pasti hebat dan pekerja keras. Faktanya, kalian bukan komputer yang sanggup membuka banyak window lalu bekerja secara bersamaan. Komputer saja bisa hang kalau dipaksa melakukan banyak pekerjaan.

Faktanya lagi, multitasking justru tak membuat pekerjaan kalian jadi lebih produktif. Yang ada, otak kalian akan dipaksa bekerja lebih keras, lalu lelah dan stress. Sedangkan waktu yang terbuang mestinya dapat kalian gunakan untuk melakukan hal lain.

Sisi negatif lain saat kalian memaksa diri untuk bekerja multitasking yaitu kemampuan otak dalam menyimpan memori akan turun drastis. Atau bisa dikatakan, kalian tua di usia muda. Pikun.

Ibu-ibu zaman sekarang terkadang juga dibikin stres dengan kegiatannya sendiri, maunya menyelesaikan apapun di waktu yang sama. Jaga anak, memasak, cuci pakaian, cari nafkah, mengecat pagar, angkat galon, yang mestinya tak perlu pura-pura tangguh begitu.


7. Konsisten Terhadap Jadwal yang Telah Dibuat

Punya jadwal teratur dan deadline yang jelas, tak lantas membuat kalian bekerja lebih produktif. Selain fokus pada pekerjaan yang menjadi prioritas, konsisten pada peraturan yang kalian buat sendiri jauh lebih efektif.

Pada awalnya, mencoba konsisten bukanlah sesuatu yang mudah. Kalian harus berkomitmen agar senantiasa konsisten. Namun jika kalian benar ingin manajemen waktu supaya lebih produktif, mematuhi jadwal tiap hari lama-lama membentuk kebiasaan positif.

Hanya saja kalian perlu waktu yang tak sebentar agar kebiasaan tersebut jadi pola hidup yang tak cuma meningkatkan produktivitas kerja kalian, tapi juga sebagai jalan menanjak menuju puncak kesuksesan.


8. Luangkan Waktu Istirahat

Seperti komputer, terlalu lama dipaksa bekerja, pasti perlu klik kanan dan tekan tombol refresh. Tak terkecuali kalian. Ketika selesai menyelesaikan pekerjaan, cobalah sekitar 5-10 menit beristirahat. Bisa kalian menyeduh kopi atau sekadar berjalan-jalan di sekeliling taman.

Kalau akhir pekan, jangan cuma menghabiskan waktu di kamar. Cobalah keluar, ke kebun binatang, kemping ceria, atau sekadar jogging supaya otak tetap segar dan cerdas.

0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja