© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Cari
  • trusvation

Demi Eksistensi, Begini Kiat Manajemen UMKM di Era Industri 4.0


Meskipun secara bersama-sama untuk mencapai tujuan utama dari sebuah bisnis dengan cara yang efektif dan efisien merupakan pengertian ilmu manajemen, apakah kalian lantas meniadakan manajemen itu hanya karena kalian bekerja sendiri membangun UMKM kalian?

Faktanya, saat kalian bekerja sendiripun kalian tetap perlu ilmu manajemen supaya bisnis kalian tak berhenti di tengah jalan. Malah jika kalian disiplin dan bisnis kalian berkembang, kebutuhan akan SDM baru pun tak bisa kalian bendung. Kalian bukan Dewi Durga yang punya banyak tangan.

Terlebih kalian berada di zaman serba cepat dan dinamis. Segala sesuatunya sangat dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi. Tersebutlah industri 4.0 seperti yang sering dibicarakan media itu. Industri berbau teknologi dan lebih maju dibanding era industri sebelumnya.

Jika era industri terdahulu merupakan pekerjaan manusia dengan campur tangan komputer dan robot, industri yang berkembang saat ini hanya memakai komputer agar saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain untuk membuat keputusan tanpa melibatkan persetujuan manusia.

Bagaimana kiat manajemen UMKM di era industri 4.0? Dominasi teknologi dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan dalam menyelesaikan tugas bersama tentu lebih efektif dan efisien.

Namun sebelum bisnis UMKM kalian terdigitalisasi, ada baiknya kalian menyiapkan dengan matang supaya bisa lebih maksimal menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Apa saja kiatnya?


1. Gali Pengetahuan Sedalam-dalamnya

Bagaimana mungkin dikatakan pembangunan ekonomi meningkat sedangkan jumlah pengangguran tak berkurang jumlahnya? Belum lagi masih ada yang mengeluhkan perusahaan kekurangan karyawan. Apa yang sebetulnya terjadi?

Apakah memang benar ekonomi menguat dengan semakin menjamurnya angka UMKM sebagai akibat banyaknya pengangguran yang tak dibutuhkan oleh perusahaan? Mungkin perusahaan kini telah beralih memakai mesin daripada tenaga manusia untuk memangkas anggaran.

Menjalankan bisnis UMKM, kalian jangan mau kalah bersaing. Kesempatan memanfaatkan teknologi kini tak cuma dimiliki oleh perusahaan besar saja, tapi juga kalian yang berbisnis UMKM. Terlebih beragam cara bisa dengan mudah mencari informasi.

Menghadapi manajemen UMKM di era indsutri 4.0 memang mengharuskan kalian tahu lebih banyak. Semakin besar rasa ingin tahu kalian, maka kesempatan punya pengetahuan luas dan skill mumpuni melebarkan peluang kalian sukses berbisnis UMKM.

Sebagai bentuk persaingan dengan robot atau mesin, upayakan kalian memiliki kemampuan yang tak dimiliki oleh mesin. Sebab kemampuan teknis kini sudah tergantikan oleh mesin, tak lama lagi mungkin kemampuan pelayan restoran juga beralih ke mesin.

Dari sekian kemampuan manusia yang direbut mesin, masih ada banyak hal yang sama sekali tak bisa tergantikan, yaitu kemampuan dalam memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis dan kreatif, berkoordinasi, kecerdasan emosional, bijak mengambil keputusan, dan lain sebagainya.

Yang perlu kalian lakukan untuk mengasah kemampuan tersebut, galilah pengetahuan sedalam-dalamnya baik lewat pendidikan tinggi maupun rajin ikut seminar kewirausahaan. Intinya, robot boleh pintar, tapi kalian harus lebih pintar.


2. Selalu Berinovasi

Dalam kiat manajemen UMKM di era industri 4.0, kecepatan dan ketepatan kalian berinovasi sangat dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia dalam menguasai dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam persaingan bisnis UMKM, inovasi tak berhenti sampai pada pemberian brand atau merk produk kalian yang easy listening, tapi soal fungsionalitas dan entitas produk itu sendiri. Bayangkan, untuk apa brand bagus dan menggelitik tapi produknya biasa saja?

Inovasi yang bisa kalian lakukan dalam bidang kuliner, tentu kalian bisa memodifikasi satu menu tertentu dengan penggabungan beberapa bumbu dan kolaborasi bahan sehingga menghasilkan produk baru dan sukses membikin penasaran pelanggan.

Lain lagi dengan produk barang. Di Bali, sebagai upaya penyelamatan bumi dari sampah plastik, tercetuslah ide kreatif Kevin Kumala yang mengubah pati ketela jadi bioplastik. Yaitu kantung mirip plastik kresek yang mudah terdegradasi karena terbuat dari bahan alami.

Bahkan karena inovasi inilah, hewan laut yang tak sengaja menelan kantung bioplastik itu tak terancam keselamatannya dibanding ketika mengonsumsi sampah plastik. Keinginan menyelamatkan bumi pun terbuka di depan mata.

Bagaimana bisa produk buatannya tak mengancam kehidupan binatang? Karena terbuat dari pati ketela, bahkan kantung itu bisa larut dalam air panas. Tak seperti kantung plastik yang butuh ratusan tahun untuk terurai jadi microplastik, kantung tersebut hanya butuh waktu ratusan hari.

Inovatif, bukan?


3. Lincah dan Responsif dalam Melayani Konsumen

Revolusi industri era digitalisasi secara tak langsung membuat kebiasaan baru bagi kalian dalam menjalankan bisnis UMKM. Kelincahan dan sikap responsif sangat berpengaruh dalam menjaga konsumen supaya tetap berlangganan dengan kalian.

Semisal kalian punya bisnis kuliner, tergabung dengan layanan kurir yang disediakan oleh ojek online itu setidaknya membantu mengerek penghasilan kalian jadi lebih banyak lagi. Sebagai gantinya, kalian harus responsif berada di situasi serba cepat itu.

Kalau kalian tak responsis dan gesit mengambil peluang, bisa-bisa konsumen lari dan pindah ke lain hati. Sebab ketika kemudahan sudah bisa diakses siapa saja, maka tiada ampun bagi kalian untuk beralasan menunda barang pesanan, misalnya.

Di samping itu, proses pengiriman yang memungkinkan konsumen bisa memantaunya secara realtime, maka tak mudah bagi kalian dan kurir online untuk mencuri waktu menunda sampai besok. Kalau ketahuan bohongnya, bisa-bisa kalian viral dan bisnis kalian jadi taruhan.


4. Kuasai Ilmu Online Marketing

Seberapa penting bagi kalian menguasai ilmu online marketing dalam menjawab tantangan di era industri yang terdigitalisasi ini? Coba bayangkan, apa yang kalian harapkan ketika kalian bermasa bodoh dengan teknologi dan hanya mengandalkan offline marketing?

Hiduplah di masa kalian. Kalian era milenial yang tak mungkin melarikan diri dari arus digitalisasi. Tak terkecuali bisnis UMKM yang kalian dirikan. Sebuah bisnis tak mungkin tumbuh subur jika kalian tak pandai memanfaatkan peran teknologi dalam manajemen UMKM di era industri 4.0.

Apa keuntungannya? Jika kalian menguasai online marketing, tentu kalian punya target pemasaran yang lebih luas dibanding offline marketing yang biasanya hanya mencakup satu kota atau wilayah saja. Pun biaya jadi lebih murah, dan waktu yang kalian pakai lebih efektif dan efisien.

Selain itu, dengan cara online marketing, kalian tak hanya memberi informasi satu arah saja pada konsumen, tapi juga informasi interaktif di mana konsumen bisa menanggapi dan menilai produk apa yang kalian tawarkan.


5. Sanggup Beralih ke E-commerce

Bukan karena lapak offline sudah tak memungkinkan dipakai untuk men-display produk yang ingin kalian jual, tapi dinamislah dalam menghadapi tantangan zaman yang menggairahkan ini. Pasalnya bisnis akan berlari lebih cepat ketika sudah berkenalan dengan internet.

Konsumen masa kini lebih betah berlama-lama menekuri gadget-nya. Kebiasaan itu akhirnya menimbulkan pola hidup baru yaitu kemalasan beranjak dari kasur untuk sekadar membeli sebuah produk yang bisa dipesan secara online.

Mengingat kebiasaan konsumen masa kini telah berubah, masihkah kalian bersikukuh mengundang semua konsumen berkunjung ke toko fisik kalian? Sudah saatnya kalian bergabung dengan e-commerce dan bangunlah sebuah website khusus untuk produk kalian.


2 tampilan