CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

Cara Efektif Mengelola Keuangan Startup agar Tetap Eksis

Diperbarui: Jun 8

Memilih mengembangkan bisnis startup mungkin bagi kalian tidak semudah bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Pasalnya, jika jadi karyawan kalian tinggal kerja sesuai apa yang diperintahkan, tapi berbisnis startup kalian harus berpikir dan mengambil inisiatif sendiri.

Soal keuangan, jika kalian memilih berkarir di perusahaan, kalian tinggal menunggu tanggal muda. Beda halnya bila kalian memilih mengambil resiko dengan mendirikan bisnis startup, terutama masih baru menetas, kalian betul-betul harus pandai mengelola keuangan startup supaya tetap eksis.

Eksis saja tidak cukup, tapi sebisa mungkin, bisa menghidupi kalian sendiri. Yang mana ini terbilang sulit jika bisnis kalian mash baru dan punya dana terbatas untuk bertahan. Mau tak mau kalian harus punya cara efektif untuk mengelola keuangan startup.

Dalam memulai startup, pastikan kalian telah memilih produk dan pasar yang tepat, sebab meski hanya didanai modal kecil, selama produk kalian mampu menjawab kebutuhan konsumen, imbasnya bisa mendapat keuntungan besar.

Tapi sebelum sampai ke tahap dapat keuntungan yang besar, ada baiknya kalian simak cara efektif mengelola keuangan startup supaya tetap eksis diminati konsumen, sekaligus mendatangkan untung yang besar.


1. Hindari Sewa atau Beli Kantor yang Mewah

Siapa sangka produk Apple yang meraja itu awalnya berkantor di garasi sebuah rumah kecil milik sang pendirinya, Steve Jobs. Atau perusahaan besar seperti Google, Hewlett Packard, Disney, Microsoft yang memulai bisnisnya dari tempat kecil serupa garasi.

Tak perlu beli tempat mahal untuk sekadar menciptakan kantor yang mewah. Tempat yang nyaman untuk bekerja bersama tim saja sudah cukup. Meskipun kalian melihat beberapa kantor startup yang punya kantor keren, ada proses panjang bagaimana perusahaan kecil bisa sampai pada tahap itu.

Terlebih bagi kalian yang baru saja memulai bisnis yang masih perlu cara efektif mengelola keuangan startup, tentu pelayanan, produk, dan kepuasan konsumen jadi prioritas utama ketimbang terpancing membeli kantor mewah.


2. Hindari Menggunakan Layanan Berbayar

Memang jadi sebuah keharusan perusahaan startup untuk segera dapat pengguna, alasannya karena untuk menutup modal yang sudah dikeluarkan. Dan untuk menunjang bagaimana startup kalian dapat pengguna, tak jarang memakai layanan berbayar saat menyiapkannya di awal usaha.

Tapi supaya tetap irit, mengelola keuangan startup bisa kalian minimalisasi dengan menggunakan layanan gratis baik itu layanan landing page sampai dengan survey. Meski punya fitur terbatas, tapi itu semua tergantung bagaimana kalian memanfaatkannya.


3. Gunakan Sistem Outsourcing

Sebagai upaya untuk mengelola keuangan startup, tentu pilihan untuk mempekerjakan karyawan outsourcing atau magang lebih menguntungkan ketimbang punya karyawan tetap. Meski biasanya karyawan outsourcing tak seprofesional jika kalian punya karyawan tetap.

Tapi keberadaan outsourcing juga membuka kesempatan yang lebar bagi fresh graduate yang haus pengalaman di dunia kerja, justru dari situ kalian bisa memanfaatkan semangat kerjanya dengan memberi pelatihan kerja untuk menyiapkan karyawan outsourcing jadi karyawan tetap.

Sekalipun nantinya karyawan outsourcing kalian memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya, setidaknya sudah kalian bekali dengan pengalaman dan pelatihan supaya ketika terjun di perusahaan lain tak merasa buang waktu berkerja di perusahaan kalian.


4. Tekan Keinginan Berinvestasi Peralatan Mahal

Pengadaan peralatan sebagai aset perusahaan pada awal berdiri memang penting untuk menunjang kelancaran pekerjaan, seperti proyektor, seperangkat komputer, laptop, dan kebutuhan perkantoran lain. Tapi pertimbangkan juga harganya.

Tak perlu membeli barang mahal, meskipun fitur dan spesifikasi lebih lengkap. Tapi upayakan beli peralatan dengan harga terjangkau yang punya kelebihan produk tak jauh beda dengan yang harganya mahal.

Toh, kalau nanti startup kalian berkembang, kalian bisa meng-upgrade peralatan jadi lebih bagus dan canggih. Jangankan peralatan, kalian bisa beli gedung mewah seperti kantor baru Apple yang dikabarkan bikin celaka itu. Akibat seluruh ruangan kaca, karyawan banyak yang kepleset.


5. Optimalkan Online Marketing

Cara efektif mengelola keuangan startup yang perlu kalian pelajari adalah marketing. Jika selama ini kalian hanya mengetahui bagaimana caranya menggaet pengguna lewat brosur, pamplet, dan menyebar kartu nama, sekarang ubah semua cara itu.

Kalian bisa mulai pelajari bagaimana caranya mengoptimalkan online marketing dalam perusahaan startup kalian. Manfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Di Instagram, kalian bisa membuat demo startup kalian untuk mengenalkannya pada calon pengguna.

Tak jarang, lewat cara online marketing, pengguna kalian akan tertarik dan berlangganan. Lagipula, meninggalkan cara konvensional dengan beralih ke digital marketing, secara tidak langsung kalian mencegah bumi dari amukan sampah yang sulit terurai.


6. Hindari Menggunakan Media Cetak untuk Mengelola Keuangan

Apa yang mendarat di benak kalian saat mendengar pengelolaan keuangan memakai jurnal-jurnal? Buku besar akuntansi yang lusuh dan berat? Angka dan perhitungan manual yang njelimet? Kantor startup kalian jadi sesak karena kebanyakan buku laporan keuangan?

Selalu ada solusi bagi kalian yang hidup di era serba digital ini. Demi memuluskan kemalasan kalian menghitung manual satu-satu dari tiap transaksi yang belum tentu dihitung benar, kalian hanya tinggal mengunduh software atau aplikasi pencatatan keuangan berbasis web.

Selain mudah dipakai, resiko data hilang sangat kecil kemungkinannya karena software selalu mem-backup data yang tersimpan. Beda halnya dengan pencatatan manual, resiko hilang, terselip, sobek, hingga salah hitung sangat mungkin terjadi.


7. Kurangi Perjalanan Bisnis

Sebagaimana layaknya sebuah bisnis, tentu tiap pertemuan yang kalian lakukan dengan pihak ketiga untuk sekadar bekerja sama atau hal lainnya mungkin kalian sampai menempuh perjalanan panjang. Tak cuma perlu waktu lama meninggalkan kota, tapi juga kalian perlu dana yang tak sedikit.

Tak jarang pula pertemuan bisnis ini gagal mencapai kesepakatan bersama, yang imbasnya income perusahaan tak mengalami kemajuan. Belum lagi ditambah dengan biaya perjalanan bisnis kalian yang tak murah, tentu pendanaan jadi semakin membengkak.

Tak cukup sampai di situ, umpama kalian mendelegasikan karyawan untuk perjalanan bisnis, resiko dana dikorupsi cukup besar, walau sulit membuktikannya kalau nota-nota yang disetorkan sesuai biaya yang disetorkan.

Dan untuk mengelola keuangan startup agar tetap bertahan lama, tentu menghemat adalah cara tepat. Mulai sekarang, kurangi perjalanan bisnis yang sekiranya tidak punya pengaruh pada akselerasi bisnis startup kalian.


8. Kelola Keuangan Sendiri

Punya karyawan yang kredibel dalam mengelola keuangan perusahaan tentu sangat diminati. Tapi untuk sampai pada tahap itu, kalian harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Jangankan punya akuntan, memiliki karyawan yang mau bekerja oursourcing saja sudah menguntungkan.

Untuk menyiasatinya, kalian harus bisa belajar mengelola keuangan startup sendiri. Tak perlu belajar otodidak bila kalian bisa kalian merasa kebingungan, cobalah manfaatkan teman yang paham ilmu akuntansi atau mengikuti kursus atau pelatihan manajemen keuangan.

Di samping itu, ketika kalian paham bagaimana mengelola keuangan startup kalian sendiri, kalian jadi lebih mengerti bagaimana agar keuangan tak defisit di kemudian hari dan mampu mempertimbangkan jenis pengeluaran apa saja yang harus ditekan.


0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja