© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Cari
  • trusvation

Cara Atur Keuangan Keluarga dengan Gaji 3 Juta


https://sahabatpegadaian.com/sahabatpegadaian/wp-content/uploads/2018/12/WK3-SP-5-Kunci-Sukses-Mengatur-Keuangan-Keluarga-1024x500.jpg

Hidup di era modern dengan kebutuhan harga pokok yang selalu meroket naik tiap saat, tentu sulit untuk siapapun. Apalagi mereka yang tiap bulan hanya mendapat gaji rata-rata UMR atau UMP.

Meski nilai UMR atau UMP tiap daerah beda-beda, sejumlah kota besar menetapkan besaran gaji pokok senilai 3 juta Rupiah. Untuk menghidupi diri sendiri bagi kalian yang masih lajang mungkin masih terbilang cukup, tapi bagaimana dengan mereka yang sudah berkeluarga dan menerima gaji yang sama rendahnya?

Berkeluarga tak hanya menanggung kebutuhan pribadi saja, tapi juga anggota keluarga yang lain, terlebih jika sudah punya anak dan ingin menghidupinya secara layak. Tak jarang karena masalah pengaturan finansial yang berantakan, rumah tangga ikut berantakan.

Untuk menyelamatkan keutuhan rumah tangga yang bisa koyak oleh krisisnya finansial tersebut, maka berikut ini adalah cara mengatur keuangan keluarga dengan gaji 3 juta.


1. Mencatat Keuangan

Dalam sebulan, tiap transaksi keuangan baik pendapatan atau pengeluaran perlu dicatat dalam jurnal keuangan. Sebagai penguat bukti, setiap nota atau struk belanja baiknya didokumentasikan dengan baik supaya tak tercecer.

Tujuan dari pencatatan keuangan ini yaitu mengetahui seberapa besar kebutuhan keluarga tiap bulan, juga sebagai metode evaluasi keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Dengan catatan ini pula, kalian tak akan bertanya-tanya kemana perginya uang yang tiba-tiba raib di awal bulan.

Dengan cara ini pula, saldo akhir yang bernilai minus semestinya tak terjadi, karena kalian bisa memilah-milah mana kebutuhan yang perlu ditambah dan kebutuhan mana yang perlu dikurangi atau justru dihilangkan.


2. Membuat Anggaran Keuangan Keluarga

Setelah pencatatan keuangan diatur dengan baik dan disesuaikan evaluasi guna menyeimbangkan arus khas, maka cara selanjutnya yang bisa kalian lakukan untuk mengatur keuangan keluarga dengan gaji 3 juta adalah membuat anggaran keuangan.

Sebelum gaji yang diterima dipakai untuk belanja kebutuhan dan membayar tagihan bulanan, atur lebih dulu perencanaan pengeluaran dengan cermat dan matang. Perkiraan keuangan yang telah dicatat ini lalu dikomparasikan dengan penerapan keuangan.

Biasanya, antara rencana anggaran dengan realisasi tidak selalu sama. Hal yang wajar bilamana selisih pengeluarannya kecil, tetapi perlu waspada jika pada saat kalian me-review kembali arus khas rumah tangga terjadi pengeluaran yang jauh dari anggaran semula.

Perlu konsistensi dengan menaati anggaran tiap bulan agar tak ada pembengkakan dana yang tahu-tahu menguras dompet. Semisal anggaran keuangan dan penerapan terperinci dengan jelas dan seimbang, tentu pola keuangan tiap bulan dapat diatur sesuai gaji 3 juta.


3. Alokasikan Keuangan Dengan Bijak

Mengetahui porsi atau jatah tiap kebutuhan dalam anggaran keuangan rumah tangga memang perlu dikomunikasikan dengan pasangan. Ini penting supaya suami atau istri bisa saling mengingatkan saat yang lain mulai berubah menjadi provokator untuk memperdaya isi kantong.

Kebutuhan pribadi yang semula tak terjatah atau tak teranggarkan di awal kadang jadi musuh bebuyutan untuk kalian yang memiliki gaji rendah atau pas-pasan. Tak jarang, window shopping di toko online berujung menyusutnya saldo di rekening.

Semisal kebiasaan ini tak diantisipasi dan di antara pasangan tak saling berkomunikasi, bukan hanya hubungan saja yang bisa retak, nasib keuangan keluarga juga terdampak. Sehingga, menahan mata dan hati untuk tidak mengintip produk-produk menarik sangatlah penting.

Taati anggaran dana. Jika sikap ngiler yang tidak terkontrol itu sampai menang, keuangan keluarga bisa dialokasikan sesuai porsi. Misalnya dari gaji 3 juta, 70 % untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lalu sisanya untuk memenuhi tabungan, sosial, dan bahkan dana darurat.


4. Menabung di Awal Bulan dan Memulai Investasi

Di antara kebiasaan umum yang sudah terjadi, menabung hanya dilakukan jika ada sisa-sisa uang yang dirasa berlebih di akhir bulan. Bagaimana dengan keuangan keluarga dengan gaji 3 juta bisa menghasilkan uang sisa di akhir bulan yang tak jarang berakhir di angka nol rupiah?

Strategi untuk kalian yang ingin menabung tanpa menunggu uang sisa yaitu dengan menyisihkan sekian persen dari gaji untuk ditabung di awal bulan. Menabung kini tak harus berupa uang yang disimpan di rekening suatu bank.

Kalian bisa juga memulai menanam benih investasi baik berupa uang maupun emas. Keduanya sama-sama punya kelebihan. Yang terpenting saat memilih investasi, kalian harus mengupayakan produk investasi yang aman tapi bisa lebih tinggi dari inflasi agar uang kalian makin bertumbuh.


5. Siapkan Dana Darurat

Tak selamanya kalian bisa mencari nafkah dan selalu sehat selamanya. Bisa saja suatu hari kalian sakit dan kabar buruknya tak bisa menghidupi keluarga dalam kurun waktu yang lama. Atau terjadi skenario lain; terkena PHK dari perusahaan tempat ia bekerja.

Cara untuk mengatur keuangan keluarga dengan gaji 3 juta supaya tidak sesak napas menjalani kehidupan salah satunya yaitu dengan menyiapkan dana darurat. Besaran dana darurat tiap keluarga tak selalu sama, tapi paling tidak akumulasi dana tak terpakai tersebut bisa menghidupi keluarga selama beberapa bulan.

Keberadaan dana darurat ini jangan disamakan dengan tabungan dan investasi. Tabungan dan investasi dibuat untuk jangka panjang, sedang dana darurat untuk menutupi kebutuhan yang mendesak dan diluar anggaran dana di awal bulan.


6. Mengubah Kebiasaan Belanja, Cari Produk Murah Tanpa Meninggalkan Mutunya

Bicara soal kebiasaan belanja kebutuhan sehari-hari tiap bulan, coba cari produk-produk diskon atau yang menawarkan harga murah. Dengan cara seperti ini, semua kebutuhan kalian bisa berjalan sesuai anggaran dan sisanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Meski demikian, mencari produk murah atau berdiskon kadang bisa menjerumuskan kalian pada produk diskon lain yang sebetulnya tak terlalu dibutuhkan. Sebagai tips supaya tidak terjerumus, membawa catatan kebutuhan saat belanja sangat diperlukan agar patuh sesuai anggaran awal.

Ubah kebiasaan belanja kalian dengan tak terlalu sering berkunjung ke pusat perbelanjaan, misal 2-3 kali dalam sebulan. Semakin sedikit frekuensi belanja kalian, maka keuangan bulanan bisa terselamatkan dari potensi belanja diluar anggaran.


7. Cari Penghasilan Tambahan

Dengan segala upaya berhemat yang sudah kalian lakukan, kadang masih saja berakhir pada tidak sesuainya kondisi keuangan dengan kebutuhan keuangan keluarga, maka sudah saatnya kalian mencoba mempertimbangkan untuk mencari penghasilan tambahan.

Memang dengan mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama akan menguras cukup waktu, tenaga, dan pikiran. Dalam hal ini tiap pasangan memang harus intens komunikasi dan saling bekerja sama memapankan keuangan keluarga.

Manfaatkan waktu luang dan kemampuan. Bekerjalah sesuai kapasitas kalian. Untuk istri yang tengah sibuk mengurus anak-anak, jika memungkinkan, tak ada salahnya turun tangan turut guna meringankan kondisi keuangan.

Jika terlalu berat meninggalkan buah hati, jangan pernah tinggalkan. Bisa saja mengambil pekerjaan freelance semisal menjadi penulis, fotografer, editor, dan lainnya. Atau bagi tangan-tangan kreatif sudah saatnya berkreasi dengan kerajinan atau membuat pesanan catering.

0 tampilan