© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Cari
  • trusvation

9 Langkah Menyusun Manajemen Keuangan Untuk Bisnis Kecil

Memutuskan berkecimpung di dunia wirausaha memang terdengar menggiurkan bagi kalian yang punya jiwa ambisius dan selalu ingin tahu. Sebab memiliki bisnis atau usaha kecil-kecilan dinilai sangat membantu dalam memperoleh penghasilan tambahan.

Tapi beberapa di antara kalian masih sering mencampur-adukkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha yang sebetulnya menjadi kesalahan fatal untuk perkembangan usaha ke depannya. Lalu usaha yang susah payah dibangun runtuh perlahan.

Dan banyak pula dari kalian yang tak mengerti akan pentingnya menyusun manajemen keuangan. Meskipun usaha yang kalian jalani masih terbilang kecil, tak ada salahnya mulai memperbaiki pengelolaan keuangan tersebut.

Sebelum segala sesuatunya menjadi serba terlambat, coba kalian susun manajemen keuangan kembali dengan cara berikut ini.


1. Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Berada di susunan pertama, mengatur keuangan bisnis adalah dengan memberi sekat yang jelas antara uang pribadi kalian dengan hasil bisnis. Ini disebut sebagai biang keladi gagalnya suatu usaha, maka coba kalian lakukan cara ini.

Seringkali hanya karena tak ada batas yang jelas, tak ada beda antara uang bisnis atau pribadi, pembukuan usaha menjadi kacau. Buruknya lagi keuntungan usaha menjadi tidak terpantau. Dan kalian sendiri tak tahu sudah berapa banyak memakai hasil keuntungan itu.

Sebisa mungkin, saat memulai usaha, pisahkan rekening pribadi dengan urusan bisnis. Selain sebagai cara untuk memisahkan ruang keuangan bisnis, juga agar pembukuan manajemen keuangan bisnis kalian dapat terpantau dengan mudah.

Ini bukan kalian sama sekali tak boleh mengambil hasil. Nikmatilah hasil usaha itu, sebab kalian berhak. Tapi sewajarnya saja. Sebagian besar laba itu lebih berguna apabila diakumulasikan untuk keperluan kemajuan usaha itu sendiri.


2. Menentukan Besar Keuntungan yang Ingin Dicapai

Langkah kedua dalam menyusun manajemen keuangan yaitu menentukan besar keuntungan yang ingin dicapai. Dari sini, kalian harus mulai merencanakan target. Terdengar ambisius? Tidak, usaha sekecil apapun pasti punya target tertentu supaya usaha berjalan lancar.

Bayangkan jika kalian punya suatu usaha tertentu tanpa ada target keuntungan yang dipetakan. Kebiasaan buruk ini bisa berdampak pada defisitnya keuangan karena kalian tidak menentukan titik mana sebuah usaha dikatakan rugi.

Beda halnya jika kalian mulai merencanakan besar keuntungan yang ingin dicapai per periode tertentu. Yang mana setidaknya keuntungan tersebut bisa menutup modal awal di satu periode yang sudah kalian tentukan itu.

Tetapi ada catatan penting. Sebagai permulaan usaha, jangan terlalu tinggi mematok target keuntungan di awal. Lakukan secara bertahap dan berkala, tentu setelah proses evaluasi menghasilkan nilai yang menjanjikan.


3. Menyusun Rencana Anggaran dengan Detail

Bagian terpenting dalam kelangsungan sebuah usaha baik besar maupun kecil adalah menyusun anggaran secara detail. Anggaran dana yang kalian rencanakan dengan matang bisa menekan berbagai resiko pengeluaran yang memberatkan anggaran.

Saat kalian membuat perencanaan dana usaha ini, nantinya akan mudah mengetahui jenis pengeluaran mana yang hanya akan menjadi cost dan mana yang akan memberikan benefit untuk kelanjutan usaha kalian.

Beberapa pengeluaran di awal usaha sedikit memberatkan, terutama pengadaan barang penunjang produksi misalnya. Tapi ingat, pengeluaran jenis ini termasuk aset yang sifatnya sekali belanja untuk seterusnya. Bukan sebuah pengeluaran berkala.

Membicarakan aspek permodalan untuk memulai bisnis, kalian juga dituntut harus cermat dalam menentukan sumber modal dengan mencari pendanaan yang tepat. Saat ini, kalian sudah dimudahkan dalam mencari pinjaman modal usaha dari bank dan pegadaian.


4. Membuat Jurnal yang Sistematis

Selesai dengan rincian anggaran dana usaha, saat memulai bisnis kalian harus mampu membuat jurnal atau pembukuan keuangan yang rapi dan sistematis. Minimal arus kas berupa pemasukan dan pengeluaran dapat tercatat dan relevan dengan jumlah saldo di rekening.

Menjalankan sebuah bisnis tidak cukup hanya mengandalkan ingatan, tapi data. Untung ruginya usaha dan mengontrol pengeluaran ditentukan oleh sistem pembukuan yang rapi dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Jurnal yang perlu kalian siapkan selain arus kas, perhatikan juga untuk memasukkan buku persediaan barang, buku pembelian dan penjualan, buku utang piutang, dan buku biaya dan berbagai pendapatan lain selain transaksi jual beli.


5. Mengelola Perputaran Kas

Ketika bisnis kecil kalian sudah berjalan, jangan melulu berpatok pada besarnya keuntungan yang diperoleh. Tapi kalian juga harus melihat beban atau tanggungan yang mesti dilunasi secepatnya seperti kredit atau utang dan persediaan barang dagangan.

Putaran kas usaha kalian biasanya akan melambat bila termin penjualan kredit lebih lama dibandingkan dengan stok barang. Kalau sudah begini, kalian harus menekan tingkat persediaan agar tetap memenuhi order tanpa membebani keuangan usaha.


6. Mengawasi Laju Modal, Harta, dan Kredit

Ketika usaha kecil kalian menghasilkan keuntungan lebih dari apa yang kalian bayangkan, jangan dengan mudah menghamburkan uang yang terlihat mulai menggendut itu. Jangan pernah gegabah membelanjakan uang dengan mudah.

Untuk meminimalisasi, kalian harus tetap membelanjakannya sesuai rencana bisnis. Coba kalian periksa kembali tagihan yang harus dilunasi. Periksa juga pembukuan, kalian akan lebih mudah mengawasi mana saja yang menjadi modal, harta, dan kredit.


7. Menggunakan Pihak Ketiga

Mengawasi laju kas bisnis kecil kalian kadang perlu ketelitian tinggi. Semisal kalian merasa tak yakin bisa melakukan ini sendiri, pertimbangkan juga untuk melibatkan pihak ketiga guna membantu usaha kalian mengawasi arus kas.

Keberadaan pengawas keuangan ini akan meminimalisasi resiko kesalahan. Meskipun demikian, segala kendali dan keputusan mutlak di tangan kalian. Hanya saja, melibatkan pihak ketiga dalam bisnis kalian tentu harus siap menambah anggaran dana.


8. Mempersiapkan Dana Darurat

Bukan hanya kelangsungan keuangan pribadi dan keluarga saja yang tidak bisa diprediksi. Tapi lika-liku usaha kalian yang meski kelihatannya baik-baik saja, segala kemungkinan terburuk bisa terjadi kapan saja.

Bisa saja produk kompetitor sanggup menyaingi bisnis kalian atau lebih buruk lagi, terjadi musibah. Sebagai pelaku wirausaha, kalian harus punya mental baja untuk menghadapi situasi yang tak terprediksi itu.

Menyiapkan dana darurat di awal usaha sangatlah penting dan hanya boleh digunakan ketika kondisi keuangan usaha kalian ada pada situasi yang genting. Keberadaan dana darurat ini berfungsi untuk menjaga kestabilan usaha kalian agar tak sekali jatuh dan mengalami kerugian.


9. Mengembangkan Usaha

Menikmati keuntungan usaha merupakan bonus akhir apabila kalian telah berhasil melewati godaan keuntungan kecil di awal usaha. Namun tentu harus digunakan secara bijak dan sebisa mungkin menyisihkan keuntungan itu untuk perkembangan usaha.

Sebagai langkah lanjutan dalam menjalankan bisnis kalian, mengembangkan usaha yang tadinya kecil menjadi besar merupakan tolok ukur kesuksesan kalian dalam berwirausaha. Kalian bisa mengarahkan investasi untuk menggali keuntungan yang lebih besar lainnya.

Seperti pengadaan cabang usaha, penambahan armada dagang, dan penambahan variasi menu makanan atau stok barang dagangan dengan maksud untuk lebih memperbanyak laba usaha. Dengan cara ini, kalian berhak menyandang sebagai wirausahawan sukses.


https://www.umpquabank.com/globalassets/media/blog/article-header-images/700x350_12-tips-to-move-on-a-budget.jpg

0 tampilan