CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

9 Jenis-Jenis Profesi Akuntansi, Pilih Mana?

Diperbarui: Jun 8

Apakah kalian pernah berpikir kapan profesi akuntansi pertama kali dimulai? Sejarah mencatat sekitar abad ke-14 profesi ini dimulai seiring dengan berdirinya usaha dagang dari pedagang Eropa yang berlayar dan mencatat tiap transaksi uang untuk menghitung untung dan rugi.

Luca Pacioli, matematikawan asal Italia, yang hidup pada akhir Abad Pertengahan, berkat jasanya dalam menghasilkan karya berjudul “Summa de Arithmetica”, “Geometrica”, dan “Proportioni et Proportionalita” didapuk menjadi Bapak Akuntansi Dunia.

Lalu pada abad ke-15, bangsa Romawi yang dikenal sebagai pusat perdagangan sudah mulai berkurang dan berpindah ke negara-negara dengan jalur perdagangan baru seperti Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris.

Kemunculan teknologi pada revolusi industri di Eropa abad ke-19 turut mengubah perkembangan ilmu akuntansi yang akhirnya melahirkan konsep penyusutan atau mungkin kalian kenal dengan istilah depresiasi.

Sejarah perkembangan profesi akuntansi di Indonesia sendiri dimulai ketika Belanda menginjakkan kaki kali pertama di tanah Nusantara, yaitu sekitar tahun 1600-an. Ditemukan berbagai bukti di Batavia dan Surabaya adanya instruksi dari Gubernur Jenderal untuk melakukan pembukuan.

Sampai didirikannya Ikatan Akuntansi Indonesia tahun 1957, akuntan di Indonesia terbilang masih rendah. Begitu terbit UU Penanaman Modal Asing dan Modal Dalam Negeri tahun 1967, jumlah akuntan meningkat seiring dengan perkembangan munculnya perusahaan baru.


Jenis-jenis Profesi Akuntansi

Kalian punya niat terjun dalam dunia akuntansi dan menekuni profesinya? Tapi bingung dengan banyaknya pilihan profesi dan pertimbangan jenjang karir ke depannya? Tenang, banyaknya pilihan jangan sampai kebingungan, kalian mestinya senang lapangan kerja terbuka selebar-lebarnya.

Sebelum menjatuhkan pilihan pada satu jenis profesi akuntansi, sebaiknya kalian lebih dulu mengetahui penjelasan dan rincian jenis profesi akuntansi sebagai berikut. Menambah pengetahuan itu perlu, agar tak perlu buang waktu dengan tersesat sekadar mencari tahu.


1. SAP Application Consultant

Pekerjaan ini cocok buat kalian yang sudah memiliki sertifikasi SAP dan telah melaksanakan pelatihan dari Trainer SAP yang berwenang. Meski biaya pelatihan SAP terbilang mahal, tapi hal itu dinilai layak sebagai investasi.

SAP (System Application and Product in data processing) adalah Software Enterprise Resources Planning (ERP). Yang mana bisa diartikan sebagai suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien.


2. Auditor

Menjadi seorang auditor adalah pilihan profesi yang sangat menjanjikan untuk masa depan kalian yang cerah. Terlebih jika kalian sudah lulus pendidikan di bidang akuntansi. Pilihan profesi ini sangat cocok untuk dipertimbangkan.

Namun untuk menjadi seorang auditor profesional tidaklah mudah. Kalian minimal harus menguasai konsep dasar akuntansi dan auditing. Untuk meningkatkan kemampuan maka kalian harus mengikuti program pendalaman profesi akuntan (PPAk) dan lulus ujian Certified Public Accountant dan atau Certified Internal Auditor.


3. Akuntan

Menjadi profesi yang paling banyak diminati menjadikan akuntan lebih populer daripada jenis profesi akuntansi yang lain. Terlebih bila kalian baru lulus kuliah di jurusan Akuntansi dan ingin mencoba pengalaman pertama bekerja.

Pada dasarnya, jenis pekerjaan seorang akuntan baik di kantor akuntan publik maupun kantor perusahaan tertentu hampir selalu berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Dengan gaji pada tahun pertama menjabat sebesar 5 – 10 juta sudah cukup untuk hidup layak.

Tetapi, bilamana karir kalian ingin tak hanya berhenti sampai di akuntan, maka sebaiknya mengikuti pendidikan lanjutan dan mendapat Certified Managemant Accountant (CMA) atau Certified Public Accountant (CPA). Beberapa lembaga sudah menyediakan program ini.


4. Business Analyst

Skill kunci yang kalian dibutuhkan untuk menjadi seorang Business Analyst adalah mendengarkan. Profesi ini menuntut kalian untuk menganalisis kebutuhan bisnis dan permasalahan penting para pihak yang berkepentingan dengan mengusulkan solusi praktis.

Syarat kalian menjadi analis bisnis adalah mempunyai sertifikasi dan berlatar belakang pendidikan manajemen, keuangan, dan akuntansi. Dengan tujuan mampu melihat adanya kelalaian hingga kebutuhan perusahaan dengan jeli.


5. Financial Analyst

Kabar gembira bagi kalian yang kuliah di jurusan Akuntansi atau Manajemen Keuangan. Apalagi jika kalian memiliki kelebihan berpikir logis, mampu mengatasi tekanan pekerjaan, dan bersifat tegas, profesi Financial Analyst menunggu masa depan kalian.

Tugas Financial Analyst adalah memberikan identifikasi, prediksi, dan kecenderungan sebuah bisnis serta menawarkan solusi untuk mengurangi resiko bisnis perusahaan. Kemampuan menganalisa keuangan berdasar laporan keuangan, kalian dapat menilai kemampuan masa depan perusahaan.

Gaji Financial Analyst per bulan pada tahun pertama mencapai 5 – 10 juta Rupiah. Jika kalian tertarik menyelami profesi ini dapat mengikuti program pendidikan lanjutan dengan gelar Certified Financial Analyst (CFA).


6. Credit Analyst

Tertarik dengan profesi ini? Kalian akan mendapatkan gaji sekitar 5 – 7 juta Rupiah per bulan pada tahun pertama. Dengan syarat lulus S1 dan pernah bekerja di perusahaan pembiayaan dan perbankan baik swasta maupun pemerintah.

Tugas utama menjadi credit analyst adalah menganalisa kemampuan calon pencari kredit dalam hal membayar kembali pinjamannya, berupa uang pokok pinjaman beserta bunganya. Bisa kalian bayangkan sebuah bank yang tidak memiliki credit analyst profesional?

Bisa bubar di tengah jalan. Untuk itu, keberadaan profesi satu ini sangat vital bagi keberlangsungan hidup perusahaan seperti bank dan lembaga leasing.


7. Financial Planner (Perencana Keuangan)

Kebutuhan perusahaan akan seorang yang bisa memberikan nasihat di bidang keuangan meningkat seiring bertumbuhnya kesejahteraan perekonomian Indonesia belakangan ini.

Kalian ingin bekerja di bidang akuntansi tapi tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang yang sama? Tenang, lowongan Financial Planner terbuka bagi jurusan apa saja, tak melulu hanya teruntuk lulusan ekonomi.

Jika kalian tertarik meniti karir sebagai Financial Planner, kalian setidaknya pernah magang di perusahaan yang bergerak di bidang perencana keuangan dan selanjutnya bisa mengambil sertifikasi sebagai Financial Planner yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang.


8. Account Payable Clerk

Pekerjaan utama menjadi Account Payable Clerk adalah menangani proses akuntansi utang, menginput data, dan menyiapkan bukti transaksi. Dokumen lainnya yaitu menangani invoice, laporan perpajakan, prepaid expenses, dan accrual and balance sheet reconciliation.

Proses pencatatan account payable dimulai ketika perusahaan memiliki utang terhadap perusahaan lain atau vendor, pembelian barang yang sudah diterima, atau sudah melakukan DP sebelum barang yang dibeli diterima.

Terdengar mudah dikerjakan? Untuk menekuni profesi ini kalian tak perlu lulus Sarjana Ekonomi, apalagi harus tersertifikasi oleh lembaga tertentu. Tiap bulannya, kalian akan digaji sebesar 3 – 5 juta Rupiah.


9. Enterpreneur (Wirausahawan)

Pilihan terakhir profesi akuntansi yang bisa kalian tekuni adalah menjadi seorang enterpreneur. Sebuah profesi di mana kalian tidak dituntut untuk menjadi lulusan apapun dan memiliki skill setinggi langit seperti yang perusahaan cari.

Untuk menjadi seorang enterpreneur yang dibutuhkan hanya kreatifitas, imajinatif, enerjik, dan memiliki jiwa yang positif bahwa dengan jalan terakhir yang kalian pilih ini akan sukses di kemudian hari.


0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja