© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Cari
  • trusvation

8 Strategi Pemasaran Produk Makanan Supaya Cepat Laku


Seperti yang kalian tahu, bisnis makanan bukannya berkurang, malah semakin tahun semakin berkembang. Persaingan boleh meradang, tapi semangat berbisnis tak boleh patah arang. Makanan perihal perut kenyang ketimbang produk lain yang bisa di-skip nanti-nanti.

Punya keahlian memasak enak saja tak cukup, kalau kalian tak mampu membumikan produk makanan kalian pada konsumen. Bagaimana caranya membumi, hal itu ditentukan oleh strategi pemasaran produk makanan.

Namun sebelum mulai menerapkan strategi pemasaran produk makanan kalian ke konsumen, kenali lebih dulu pangsa pasar kalian, seperti apa seleranya, dan perhitungkan dengan produk yang ingin kalian kenalkan itu apakah sesuai atau tidak.

Jangankan konsumen dari beragam latar belakang. Laksana hubungan, sebagus apapun tingkat kecocokan kalian dalam menekuni hobi dan idealisme, soal selera tak pernah bisa sama. Kadang, ada yang lebih suka pedas ketimbang pasangannya yang tak peduli dengan makanan asin.

Setelah kalian tentukan target market dengan penyesuaian lidah konsumen, sudah saatnya kalian mengaplikasikan strategi pemasaran produk makanan supaya cepat laku dan mendapat keuntungan yang menjanjikan.


1. Ciptakan Menu Makanan Unik dan Inovatif

Bisnis makanan memang tak ada matinya, tapi menawarkan produk yang sama dengan kompetitor sepertinya sebuah aksi bunuh diri. Konsumen selalu ingin yang baru, meski itu produk lama yang diolah secara kekinian.

Contohnya tiwul yang sebetulnya sudah ada sebelum negeri ini merdeka. Tapi kenapa baru booming sekarang? Lewat tangan kreatif, tiwul yang tadinya dimasak sederhana, dibubuhi varian rasa dan uniknya, dipercantik beraneka warna.

Apa jadinya jika kalian tak kreatif memproduksi makanan unik? Keuntungan yang kalian dapat biasanya tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Semakin susah kalian dapat untung, semakin suram pula masa depan bisnis kalian.


2. Membuat Kemasan Produk Makanan Semenarik Mungkin

Dalam produksi makanan, penampilan dan kualitas produk tak cukup bisa diterima konsumen. Malah, hanya karena kemasan makanan yang kelewat menarik, sebuah makanan yang rasanya biasa saja jadi laku keras.

Strategi pemasaran produk makanan satu ini kadang perlu ketelatenan tinggi. Apakah itu makanan bertahan lama dan tidak, karena terkait masa simpan, beda pula penanganan kemasannya. Tapi sebisa mungkin pilih kemasan ramah lingkungan.

Belakangan, isu lingkungan berbisik berisik di telinga pengusaha yang menyumbang berton-ton sampah plastik di lautan. Sebagian peduli, sisanya tidak. Malah dengan sengaja membiarkan itu terjadi.

Sampai ada lompatan besar penemu kantong pengganti plastik untuk produk kalian, pikirkan kembali memakai kantong eco-friendly itu. Meski harga lebih mahal dibanding plastik yang tak dapat terurai, setidaknya kalian membuka kesempatan habitat hewan untuk bertahan hidup lebih lama.


3. Kreasikan Event untuk Perkenalkan Produk

Tak hanya kuliner, strategi pemasaran produk makanan bisa kalian coba dengan ikut meramaikan suatu event tertentu. Atau kalau perlu, buatlah sebuah event yang memang khusus mengenalkan produk baru itu pada konsumen.

Semisal event kekinian; garage sale, bazaar, festival band, event kompetisi dan lain sebagainya. Selama kalian aktif berpartisipasi ikut mengisi event, maka kesempatan produk makanan kalian dikenal luas sangatlah besar.

Kalau sudah demikian, karena konsumen merasa percaya dengan produk kalian, pasti tak segan-segan akan membelinya. Kadang pula, perilaku ini membuat kalian dapat pesanan banyak dalam waktu singkat.


4. Sebarkan Brosur dan Bagikan Kupon

Strategi lain lebih klasik pun masih relevan hingga saat ini, yaitu membagikan kupon disertai brosur yang berisi informasi produk makanan kalian berikut cara mudah klaim kupon itu. Sedikit tips, ketika kalian membuat selebaran, usahakan berdesain menarik dan mengandung konten yang jelas.

Kupon yang kalian jual saat pembagian produk makanan dari bisnis kalian, merupakan aset awal yang mengikat konsumen yang mau tak mau akan menukarkan kupon itu di lain waktu. Kalau toh kupon yang terjual tak diklaim dengan produk, itu sudah keuntungan kalian.


5. Bergabung di Komunitas Bisnis

Demi apa ketika kalian menggeluti bisnis makanan malah menyeleweng ke komunitas lain semisal motor atau komunitas pecinta kucing, misalnya. Sebetulnya tak ada masalah selama komunitas itu relevan. Tapi di mana korelasi antara motor dan makanan?

Sebetulnya tak masalah jika anggota komunitas tertarik dengan produk makanan, malah semakin banyak teman, pangsa pasar kalian terbuka lebar.

Atau masuklah di komunitas bisnis atau komunitas penggila makanan tertentu. Dalam kondisi seperti itu, kalian bisa mengisi celah dan menawarkan apa yang kalian jual. Tak mungkin tak ada konsumen yang tak tergoda dari pembicaraan yang hangat mengenai makanan.


6. Menjalin Kerjasama dengan Pihak Lain

Tak cukup dengan bergabung di komunitas bisnis, kalian juga berhak menjalin hubungan dengan berbagai pihak. Jenis kerjasama ini ada macam bentuknya, tapi cobalah satu-satu untuk strategi pemasaran produk makanan supaya tetap laku di pasaran.

Kalian bisa menitipkan voucher makan gratis di tempat-tempat wisata atau di hotel tertentu. Tak jarang, travel agent pun ikut jadi sosok potensial dalam perjalanan terjadinya kerja sama. Dan kalian pasti ingin membuka jaringan seperti ini seluas-luasnya.

Selain kerja sama dengan cara di atas, kalian bisa mencoba cara paling kekinian yaitu endorse influencer makan gratis di tempat usaha makanan atau restoran kalian. Review yang diberikan pada produk bisa jadi rekomendasi follower-nya.

Atau kalian juga bisa menjalin kerja sama dengan konsumen kalian. Cara kerjanya adalah merekomendasikan produk makanan kalian ke orang terdekatnya, ketika gayung tersambut, maka konsumen istimewa kalian berhak dapat komisi.


7. Buat Program Diskon secara Berkala

Tak ada salahnya kalian membuat diskon terbatas, pada momen nasional, semisal saat Hari Raya, hari Kemerdekaan, atau momen libur sekolah. Adanya diskon, biasanya akan buat konsumen berbelanja atau pesan makanan lebih banyak dari biasanya terlebih saat liburan keluarga.

Program diskon seperti ini, kalau berhasil menarik pembeli ke lingkaran bisnis kalian lebih banyak daripada biasanya, bisa menutupi omzet yang sempat turun pada waktu yang lain. Dengan strategi seperti itu, bisnis makanan kalian masih tetap mendapat keuntungan.


8. Manfaatkan Media Sosial dan Marketplace

Pemasaran online memang jauh lebih efektif di antara semua pemasaran offline yang perlu banyak tenaga dan waktu. Tapi keduanya sama-sama tak ada ruginya jika dilakukan bebarengan asal informasi tentang produk makanannya tidak tumpang tindih.

Kalau perlu, kalian bisa membuat blog gratisan untuk promosi produk makanan kalian. Tapi karena blog gratisan punya fitur terbatas, kalian boleh saja merogoh kocek lebih dalam agar bisa membuat website sekaligus mengelolanya dengan optimasi mesin pencari.

Tak sampai di situ, kalian berhak membuat akun jual-beli di salah satu marketplace yang sekiranya cocok. Buat konten semenarik mungkin, tapi jangan mengubah ciri khas pada produk makanan kalian dalam metafora.


Silakan kalian bermain di media sosial. Bayangkan, banyak pebisnis pemula yang bahkan tak perlu keluar rumah untuk berbisnis tapi bisa menghasilkan uang jutaan rupiah. Kunci suksesnya bisa kalian tiru sebagai semangat positif.

Lewat media sosial, terutama Instagram, kalian bisa menggoda lidah konsumen dengan mem-posting foto makanan semenarik mungkin. Buat juga caption provokatif positif, yang intinya sebuah ajakan untuk mencoba produk yang kalian tawarkan.

2 tampilan