CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

8 Masalah Keuangan UMKM dan Solusinya

Diperbarui: Jun 8

Seperti kecambah, bisnis UMKM di Indonesia bertunas setiap hari. Di antara tunas itu, ada yang berkembang tapi banyak juga yang mati. Padahal UMKM menguasai lebih dari 90 % kegiatan bisnis sekaligus membuka lapangan kerja di negeri ini.

Mungkin kalian tahu bahwa usaha mengembangkan UMKM baik lewat seminar kewirausahaan dan bahkan menurunkan pajak UMKM jadi setengah persen tak lantas membuat bisnis ini meroket sukses. Malah bertumbangan di tengah jalan.

Apa masalahnya? Selain karena kendala teknis, lambatnya perkembangan bisnis kalian bisa jadi disebabkan oleh masalah keuangan UMKM yang tak bisa kalian antisipasi sejak dini. Mungkin kalian terlalu menganggap remeh masalah itu sebab lebih mengutamakan keuntungan di awal usaha.

Mengejar keuntungan memang target sebuah usaha. Tapi terlalu fokus hingga mengabaikan masalah keuangan UMKM yang seharusnya bisa kalian cegah di awal bisnis justru membuat usaha kalian terancam punah di masa mendatang.

Apa saja masalah keuangan UMKM dan solusi seperti apa yang bisa kalian pakai?


1. Kurangnya Modal Usaha

Adalah masalah mendasar dan umum terjadi di setiap bisnis yang baru saja kalian rintis. Tak jarang, keinginan membuka atau mengembangkan usaha karena tak adanya modal jadi gagal. Alhasil ide-ide brilian kalian harus mengendap dan terkubur ditelan angan-angan.

Bagaimana cara menyikapinya? Masalah keuangan UMKM ini memang jadi pertama yang harus diselesaikan. Selain menabung, kalian bisa membuat proposal pengajuan dana usaha pada pemerintah dengan berbagai persyaratannya.

Atau bisa juga kalian mengajukan pinjaman bank, hanya saja kalian akan diributkan dengan lamanya proses birokrasi, meski ketika pinjaman kalian disetujui, dana yang dikucurkan cukup menjanjikan. Cara lain adalah menemukan Angel Investor untuk bisnis UMKM kalian.


2. Tidak Ada Rencana Anggaran yang Matang

Sebagai wirausahawan mandiri, biasanya dalam membuka UMKM kalian melakukan seorang diri, baik itu produksi, pemasaran, distribusi, maupun pengelolaan keuangan. Tak jarang, pekerjaan yang multitasking ini membuat kalian keteteran untuk mengurus dengan matang.

Karena alasan ini pulalah, biasanya kalian jadi bertindak sesukanya dalam mengelola laba bisnis. Padahal masalah keuangan UMKM salah satunya terletak pada pemanfaatan anggaran yang semena-mena. Seperti belanja barang tersier yang tak ada hubungannya dengan bisnis, misalnya.

Cara mengatasinya adalah reset kembali rencana anggaran bisnis kalian per bulan. Fokuskan pada kebutuhan bisnis dan bagi jadi beberapa bagian akumulasi keuntungan dalam satu bulan itu. Misal untuk gaji, pengeluaran, dan investasi.


3. Tidak Memiliki Mentor

Selain karena masalah keuangan UMKM, tak adanya mentor yang membimbing kalian mengelola bisnis kalian rupanya cukup jadi kendala yang signifikan, kecuali jika kalian punya inisiatif mencari informasi sendiri dan mau belajar otodidak.

Belajar otodidak pun tak ubahnya seperti eksperimen yang banyak gagalnya, sebab kalian tak tahu tepat di mana kesalahan bisnis yang mestinya kalian hindari atau perbaiki. Lantas apa jadinya jika kalian hanya mengandalkan insting semata dalam menjalankan bisnis?

Pecayalah, ketajaman insting pebisnis tak serta merta terasah begitu saja di awal usaha. Solusinya yaitu cari mentor. Mentor tak harus jelmaan mahaguru yang mendampingi kalian tiap waktu. Tapi kalian bisa mendapatkannya lewat buku, seminar, maupun situs dan media sosial pebisnis sukses.


4. Kurangnya Inovasi

Apa yang menyebabkan bisnis kalian stagnan atau tak bergairah membuat inovasi? Salah satu kendalanya yaitu masalah keuangan UMKM yang mengakibatkan sulitnya inovasi produk. Selain karena masalah kreativitas, tentu keuangan jadi penentu terwujudnya inovasi.

Sebetulnya dalam kondisi keuangan yang sulit, bisnis kalian masih bisa bertahan hidup dengan sedikit sentuhan keberanian kreativitas yang minim dana. Temukan inovasi produk yang sekiranya tak perlu banyak makan biaya.

Umpama kalian punya bisnis rajutan tas wanita, kalian bisa menambahkan aksesori bunga kering di tas itu atau bisa juga kalian membuat tas rajutan berdasarkan tema. Menentukan tema tentu harus sesuai pasar, misal tas rajutan berpola tokoh hero.


5. Pemasaran Tak Maksimal

Siapa bilang pemasaran tak perlu biaya mahal? Sewa baliho, mencetak brosur, membayar jasa SPG, promosi door to door, serta bentuk pemasaran lainnya tentu butuh biaya yang tak sedikit. Jika tak dikelola dengan baik, masalah keuangan pun mengintai UMKM kalian.

Karena masalah keuangan tak kunjung membaik, ganjarannya adalah pemasaran jadi tak maksimal sehingga omzet pun menurun. Bagaimana caranya pemasaran tetap berjalan sementara masalah keuangan kalian dalam tahap perbaikan?

Coba pilah dan pilih jenis pemasaran mana yang lebih sedikit perlu biaya atau kalau bisa tanpa biaya. Jadi pebisnis zaman sekarang itu mudah, kalian punya banyak pilihan strategi pemasaran yang minim biaya, seperti pemasaran online.

Pemasaran online pun banyak jenisnya. Supaya lebih hemat dan efektif, kalian harus melakukannya bertahap. Bisa mulai dari membangun website atau blog gratisan dulu, lalu bergabung di marketplace, dan selanjutnya menyapa konsumen di media sosial.


6. Mengabaikan Laporan Keuangan

Tak cuma soal rencana anggaran yang bisa membuat masalah keuangan bisnis kalian berantakan, tapi juga laporan keuangan yang tidak konsisten kalian buat. Kalau laporan keuangan saja kalian abai, bagaimana kalian tahu keuntungan bisnis kalian?

Bagaimana kalian belanja kebutuhan bisnis bulanan? Alokasi dana darimana? Sejatinya laporan keuangan bukan melulu mencatat uang masuk dan keluar. Uang masuk adalah pendapatan dan uang keluar adalah pengeluaran, sedangkan selisihnya adalah laba.

Bukan begitu. Laporan keuangan tak sesederhana itu, tapi paling tidak kalian punya laporan Neraca, Arus Kas, dan Laba Rugi. Bingung membuatnya? Kalau kalian malas melakukan sendiri, mungkin kalian perlu akuntan untuk mengerjakan laporan keuangan.


7. Masih Melakukan Pembukuan Konvensional

Coba periksa kembali pencatatan keuangan bisnis kalian. Jangan sampai hanya karena salah meng-input data, keuangan kalian dalam masalah besar. Terkadang kesalahan kecil semacam ini terjadi jika kalian masih melakukan pembukuan manual atau konvensional.

Tak cuma salah rekapitulasi, data hilang dan rusak sangat mungkin terjadi. Sementara itu, penumpukan kertas di tempat usaha kalian lambat laun memakan ruang. Oleh karenanya kalian harus mengatur kembali pembukuan.

Berada di era digital, sangat mungkin kalian memakai pembukuan digital dengan meng-install software akuntansi. Selain mudah digunakan, tentu kesalahan dalam memasukkan data bisa diminimalisasi.

Di samping itu, pelaporan keuangan yang bisa kalian pantau secara realtime itu bisa mencegah hilangnya data. Sebab software akuntansi selalu mem-backup secara berkala tiap data yang kalian masukkan. Jadi jangan khawatir tiba-tiba hilang tak bisa dilacak.


8. Tak Memiliki Izin Resmi

Masalah keuangan tentu menghambat berkembangnya UMKM yang susah payah kalian dirikan. Sementara mencari pendanaan tak mungkin kalian lakukan. Bagaimana mungkin itu terjadi? Penyumbang dana enggan melirik bisnis kalian bisa jadi karena tak punya izin resmi.

Sebuah bisnis tak mungkin dapat izin resmi kalau tak mengurus NPWP dan patuh membayar pajak serta perizinan lingkungan dan lainnya. Jadi wajar kiranya kalau bisnis kalian dianggap abal-abal oleh calon investor.

Mulai sekarang, kalian harus berbenah. Masalah keuangan UMKM saling terkait sebab dan akibatnya.


0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja