© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Search
  • trusvation

8 Faktor yang Menggagalkan Bisnis Kecil


Apakah ini merupakan kegagalan pertama kalian? Tak cuma soal asmara, kegagalan bisnis sangat wajar terjadi tak cuma sekali dua kali, tapi tiga dan seterusnya. Tapi bukankah belajar dari kegagalan membuat kalian seharusnya lebih kuat berdiri, kokoh, dan tak tertandingi.

Kegagalan bisnis bukanlah salah kalian karena tak menemukan barang yang sesuai dengan kehendak kalian di awal. Tidak masalah dengan semua itu, setidaknya kalian bisa evaluasi dan memulai kembali bisnis kalian dari titik nadir.

Supaya kegagalan hari ini tak terulang kembali seperti terjatuh ke lubang yang sama, kenali beberapa faktor yang menggagalkan bisnis kecil kalian. Selain sebagai monumen pengingat agar kegagalan berikutnya tak separah hari ini, coba kalian lakukan yang terbaik.


1. Tak Memiliki Visi dan Misi yang Jelas

Mungkin kalian memulai bisnis berdasar pada insidensialitas, hingga yang terjadi bisnis tak berjalan sesuai apa yang diinginkan. Hal ini tentu bisa dipicu oleh tidak adanya visi dan misi yang jelas pada awal pendirian usahanya.

Misal kalian sebetulnya suka koleksi pakaian kekinian, tapi karena usaha kuliner sedang booming maka kalian membuka usaha kuliner. Memang kuliner adalah usaha yang tak ada matinya. Tapi jika berdiri tanpa visi misi nanti juga pasti gulung tikar.

Sebuah bisnis berdiri bukan berdasar keinginan semata, melainkan atas dasar kebutuhan pasar. Tak jarang, ada saja yang membuka bisnis pecel lele di kawasan yang banyak jualan pecel lele. Apakah kiranya hanya mengandalkan punya modal besar lantas usaha berjalan lancar?


2. Minimnya Modal Usaha

Alasan klasik faktor yang menggagalkan bisnis kecil ini pasti tak jauh-jauh dari minimnya modal usaha. Tak mungkin kalian melanjutkan usaha kalian yang tengah pailit itu tanpa modal yang cukup. Sementara mendapat modal untuk pengembangan usaha juga tak mudah kalian lakukan.

Dalam melakukan sebuah pinjaman, lamanya proses birokrasi yang berbelit-belit justru semakin menyempitkan peluang bisnis karena kalian fokus pada hal lain. Meski kalian tahu, membangun usaha sekalipun itu kecil rasanya berat jika ditanggung seorang diri yang minim modal pula.

Tetapi kalau kalian mau sedikit bekerja keras dan kreatif memanfaatkan momen dan kekurangan, kalian bisa sedikit-sedikitnya menambal kenyataan pahit tak ada modal usaha itu dari membuat menu baru dengan bahan terbatas.


3. Terlalu Takut Mengambil Risiko

Setiap aktivitas selalu mengandung dua benang yang saling bertautan, baik itu keuntungan maupun risiko. Yang kalian lakukan hanya mengoptimalkan keuntungan dengan meminimalkan risiko. Percayalah, jika kalian lebih takut risiko, kalian tak akan pernah jadi pebisnis yang sukses.

Jangan mudah nyaman di zona aman. Terlalu lama berdiam diri dan takut mencoba hal baru itu tandanya kalian belum siap jadi pebisnis handal. Hanya pegawai yang mau bergerak kalau diperintah. Sementara jadi pebisnis harus mampu berusaha inisiatif sendiri.

Pendiri Alibaba, Jack Ma, yang saat internet baru membumi dikatakan gila oleh teman-temannya hanya karena bermimpi punya pasar online yang mampu menjangkau seluruh negeri dan kalangan. Tapi risiko kegagalan yang dialami nyatanya tak membuat patah semangat.

Sebaliknya, Jack Ma yang bahkan sempat mengajar Bahasa Inggris dengan gaji rendah itu justru membuktikan keyakinannya bahwa situs e-commerce yang didirikannya jadi yang terbesar di dunia. Sesungguhnya ada risiko besar di balik kesuksesan besar.


4. Kurangnya Inovasi

Dalam usaha kuliner, terlalu sering mengonsumsi jenis makanan tertentu pasti membuat suasana hati konsumen merasa bosan, jadi wajar kalau melompat dari pelapak satu ke pelapak lain untuk mencoba cita rasa baru yang berkembang dinamis itu.

Jangan sampai hanya karena kalian kurang inovatif dalam mengembangkan usaha, lalu jadi faktor yang menggagalkan bisnis kecil yang kalian bangun penuh harap. Untuk apa repot-repot kalian bertahan kalau tak ada inovasi dalam usaha.

Tentu program inovasi butuh modal juga, bukan?

Tapi yang harus kalian pertimbangkan juga adalah bahwa inovasi bisa kalian lakukan tanpa modal dengan sedikit sentuhan kreativitas. Tak percaya? Coba bayangkan bagaimana kalian bertahan hidup di tanggal tua hanya bermodal kentang dan sosis? Kreativitas adalah kunci.


5. Kurangnya Pengetahuan soal Wirausaha

Faktor yang menggagalkan bisnis kecil ini tak cuma berlaku bagi kalian pemilik usaha tapi juga kualitas karyawan yang bekerja untuk kemajuan bisnis kalian. Tapi ada baiknya kalau antara pemilik dan karyawan sama-sama punya pengetahuan wirausaha.

Percuma kalau karyawan kalian pintar tapi kalian tidak, mana mungkin seorang pemilik mau dikadali karyawannya? Mestinya kalian lebih berpengetahuan. Ketika kalian pintar, perjalanan bisnis kalian pasti dapat angin segar kesuksesan.

Bagaimana mencari pengetahuan berwirausaha? Tenang, kalian boleh sekali waktu ikut seminar kewirausahaan dan bergabung dalam komunitas bisnis sejenis serta rajin membaca buku dan stalking media sosial sang mentor, misalnya.


6. Tak Memenuhi Permintaan Pasar

Ketika usaha kalian tak mampu memenuhi permintaan pasar, waspadalah itu adalah faktor yang menggagalkan bisnis kecil kalian. Konsumen mintanya apa, kalian memberinya apa. Wajar kalau dapat penolakan dan malah membuat kalian diterpa kerugian produksi.

Mendengar kebutuhan konsumen bukankah juga bagian dari pelayanan prima dan satu alasan besar kenapa kalian membuka usaha. Bagaimana mungkin sebuah bisnis bisa berjalan tanpa adanya konsumen? Janganlah apatis bahwasanya konsumen lebih butuh bisnis kalian bukannya sebaliknya.

Ada sebuah bisnis kecil yang mengabaikan excellent service pada pelanggannya hanya karena merasa usaha miliknya merupakan satu-satunya di tempat itu sehingga mau tak mau pelanggannya pasti beli di sana. Apa yang terjadi jika muncul pesaing yang lebih baik pelayanannya?


7. Pengelolaan Keuangan yang Buruk

Seringkali dalam bisnis kecil pengelolaan keuangannya hanya berdasar pada ingatan bukan data. Sedangkan pencatatan keuangan penting demi mengetahui kapan bisnis yang kalian jalankan itu mengalami keuntungan dan kerugian.

Parahnya, bisa jadi kalian gagal mengembangkan bisnis kecil hanya gara-gara tak tahu mana bedanya uang hasil usaha dan mana uang pribadi. Hal mendasar seperti ini sebetulnya faktor penentu kenapa pengelolaan keuangan kalian buruk.

Untuk itu, penting kiranya segera perbaiki tata kelola keuangan bisnis kalian mulai dari pemisahan harta, perencanaan anggaran, pencatatan arus kas, hingga perhitungan untung rugi. Jika tidak, wajar kalau bisnis kalian gagal sementara utang kalian menganga di mana-mana.


8. Pemasaran yang Gagal

Sebetulnya tak ada pemasaran yang sukses total dan gagal total. Hanya saja, barangkali kalian menyebutnya tak sesuai target yang kalian harapkan. Dalam strategi pemasaran, memang yang dibutuhkan adalah waktu.

Terkadang kalian mempromosikan produk yang tak tepat momen, atau bisa juga karena kalian kurang menganalisa situasi, sehingga apa yang kalian tawarkan tak kena sasaran. Bagaimana mungkin kalian menawarkan sebongkah cake pada orang yang baru saja selesai makan nasi padang?

Kemungkinan ditolak sangat besar. Tapi bagaimana jika kalian menawarkan cake pada orang yang betulan kelaparan namun tetap ditolak? Sebelum tahu alasannya kenapa, mungkin kalian perlu cari strategi baru agar pemasaran kalian sesuai yang kalian harapkan.

5 views