CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

8 Etika Profesi Akuntansi yang Harus Dimiliki Akuntan

Diperbarui: Jun 8

Apakah kalian tertarik memiliki profesi sebagai seorang akuntan? Atau justru kalian adalah akuntan itu sendiri?

Apapun itu, profesi akuntan dari masa ke masa terbilang cukup menjanjikan, sebab proses akuntansi sangat dibutuhkan berbagai macam perusahaan dalam menghitung dan melaporkan keuangannya.

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kalian berkenalan lebih dulu seperti apa itu akuntansi, dan seperti apakah akuntan itu. Kalau kalian selama ini hanya tahu bahwa akuntan tak lebih dari sebatas guru akuntansi dan akuntan perusahaan, maka sebaiknya kalian harus banyak membaca.

Jenis Akuntan yang Perlu Kalian Ketahui

Meskipun pekerjaannya adalah soal hitung menghitung keuangan secara transparans dan membuat laporkan dengan detil, pada perkembangannya, profesi akuntan yang wajib kalian tahu terbagi menjadi beberapa jenis guna menyesuaikan keahlian bidang tertentu.


1. Akuntan Internal

Profesi sebagai akuntan internal biasanya bekerja pada satu perusahaan tertentu yang memiliki tugas utama mengelola keuangan. Sebagai akuntan internal kalian harus menyusun anggaran keuangan, menangani masalah perpajakan, dan mengaudit perusahaan secara internal.

Untuk menghadapi audit eksternal perusahaan, seorang akuntan dituntut untuk membuat sistem akuntansi dan menyusun laporan keuangan.


2. Akuntan Publik

Akuntan jenis ini merupakan akuntan independen yang biasanya memiliki sebuah kantor fisik. Kalian bekerja secara bebas untuk melakukan audit eksternal, memberikan jasa perpajakan, dan juga membuka jasa konsultasi terkait akuntansi.


3. Akuntan Pemerintah

Menjadi akuntan pemerintah, artinya kalian harus bekerja di lembaga pemerintahan, seperti di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Perpajakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lain sebagainya.

Tugas utama akuntan pemerintah adalah kalian harus menyusun laporan keuangan pemerintah dan atau mengaudit tiap institusi pemerintah di berbagai elemen pemerintah.


4. Akuntan Pendidik

Berbeda dengan profesi akuntan sebelumnya yang mana kalian perlu memembuat laporan keuangan, akuntan pendidik bertugas dalam proses pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan bidang akuntansi, dan menyusun kurikulum di berbagai tingkat pendidikan.


Etika Profesi Akuntansi

Dalam sebuah profesi, kalian akan mengenal istilah kode etik. Bukan hanya dokter saja yang memiliki, akuntan juga. Ethikos, dalam bahasa Yunani memiliki makna timbul dari suatu kebiasaan.

Etika profesi akuntansi adalah ilmu yang mempelajari perilaku baik dan buruknya seorang akuntan. Aturan perilaku etika profesi akuntansi yang perlu kalian ketahui dalam memenuhi tanggung jawab profesionalitasnya terangkum dalam kode etik Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).


1. Kerahasiaan

Jabatan ini merupakan sebuah tanggung jawab besar. Sebagai seorang akuntan, maka kalian dituntut untuk menjaga kerahasiaan informasi dalam internal perusahaan dan tidak boleh membocorkan informasi yang hanya ditujukan bagi yang berkepentingan itu pada banyak orang.

Menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh saat kalian melakukan tugas profesional adalah kewajiban akuntan. Terkecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum yang mengharuskan kalian untuk mengungkapkannya.


2. Tanggung Jawab Profesi

Sebagai seorang akuntan, kalian harus punya tanggung jawab secara moral dan profesional dalam semua pekerjaan yang dibebankan kepada kalian. Kepekaan moral dalam sebuah tanggung jawab profesi, akan membuat kalian memiliki tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan hasil kerja kalian.

Saat bekerja, kalian memiliki tanggung jawab kepada pemakai jasa. Bersamaan dengan itu pula, kalian juga bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama akuntan demi mengembangkan profesi akuntan itu sendiri.


3. Objektivitas

Kualitas mahal dari seorang akuntan dalam memenuhi profesionalitasnya adalah prinsip objektivitas. Memegang prinsip ini, kalian harus memiliki sifat adil dan jujur secara intelektual, harus bebas dan tidak boleh punya prasangka yang buruk.

Yang tak kalah penting, prinsip objektivitas menuntun kalian untuk tidak berpihak pada suatu kepentingan tertentu sehingga laporan keuangan yang kalian laporkan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


4. Standar Teknis

Setiap pekerjaan dan tanggung jawab yang kalian lakukan harus memenuhi standar teknis dan profesional yang relevan. Standar teknis profesi akuntansi ini sudah ditentukan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan semua anggota wajib mengetahui dan mematuhinya.

Dengan mengikuti aturan dan standar teknis sesuai IAI, maka kalian semestinya tidak dapat digugat seenak hati oleh auditor. Keuntungan lainnya adalah kalian bisa meraih kepercayaan atas profesionalisme dalam menyelesaikan pekerjaan.


5. Kompetensi

Tiap kalian menekuni satu profesi, sudah pasti kalian akan dituntut memiliki kompetensi lebih untuk memenuhi apa yang dibutuhkan. Tak terkecuali akuntan, bilamana keahlian kalian sedang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan akuntansi, maka butuh kehati-hatian yang tinggi.

Tak cuma mengandalkan skill yang tinggi, dalam prinsip kompetensi yang mengedepankan sikap hati-hati berfungsi untuk menghindarkan kalian dari penipuan. Hal itu karena setiap apa yang kalian laporkan memang dituntut kebenarannya.

Untuk itu, kalian juga harus memelihara pengetahuan dan keahlian profesional yang dibutuhkan untuk menjamin klien, serta bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan profesional yang berlaku sesuai yang diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).


6. Kemandirian

Dalam profesi ini, kalian juga dituntut untuk mandiri dalam melaksanakan pekerjaannya. Meskipun demikian, tak berarti kalian sama sekali dilarang melakukan kerja sama tim. Hal ini lebih karena kalian harus punya sikap percaya diri terhadap keahlian yang dimiliki.

Kepercayaan diri yang kalian punya dalam menyajikan laporan keuangan ini pada akhirnya akan melahirkan sikap indepensi dan tidak memihak pada satu kepentingan tertentu.

Sikap independensi ini pula yang nantinya akan kalian perlukan jika bercita-cita menjadi auditor profesional di kemudian hari.


7. Integritas

Untuk membangun sebuah kepercayaan antara akuntan dan klien, kalian juga wajib menjadi pribadi yang berintegritas. Sikap jujur dan sabar dalam berinteraksi dengan sang klien adalah nilai tambah bagi reputasi kalian sebagai akuntan.

Dengan integritas tinggi, maka tingkat kepercayaan klien dan publik akan semakin tinggi. Karena sikap sabar tersebut, kalian juga tidak boleh membedakan dan pilih kasih antara klien yang satu dengan yang lain.

Dan meski harus sabar, kalian pun juga wajib bertindak tegas, lugas, dan konsisten jika menemukan kesalahan dalam pengelolaan keuangan sehingga prinsip akuntansi yang dimilikinya bisa diterapkan secara maksimal sesuai standar yang berlaku.


8. Kepentingan Publik

Dalam hal pelayanan kepada publik, kalian juga wajib bertindak profesional dengan cara menghormati kepentingan publik. Publik dalam ranah akuntan meliputi klien personal maupun perusahaan, pemerintah, pemberi kredit, dan pegawai.

Selain yang disebutkan, investor, manajemen bisnis, dan berbagai pihak yang bergantung pada integritas dan keahlian kalian sebagai akuntan akan memelihara berlangsungnya fungsi bisnis dengan baik.

Etika profesi akuntansi sangat perlu diperhatikan agar kalian terhindar dari hal yang tak diinginkan. Semisal suatu kesalahan kecil dalam pelaporan keuangan akibatnya bisa sefatal hilangnya kepercayaan dan timbulnya kecurigaan manipulasi terhadap perusahaan dan citra profesi kalian.

Selain itu, dengan memahami dan menerapkan etika profesi akuntansi dengan baik, maka kalian diharapkan dapat bekerja secara maksimal dan profesional, sesuai standar prosedur, seperti sesederhana membuat laporan keuangan dengan sangat rinci.

0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja