© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Cari
  • trusvation

7 Tips Atur Keuangan Untuk Startup Baru

Mengelola keuangan merupakan tantangan nyata yang harus dilalui startup baru. Semisal kalian tak punya bekal pengalaman dalam manajemen finansial, sangat mungkin startup rintisan akan mengalami persoalan buruk terkait keuangan di masa mendatang.

Langkah paling penting untuk semua pemilik startup yaitu punya kemauan belajar, misalnya terkait kemampuan dasar menjalankan bisnis, juga melakukan perhitungan sederhana. Di samping kemauan belajar, tetap terorganisir juga termasuk komponen penting dalam manajemen keuangan.

Selain dua aspek tersebut, masih ada sejumlah tips yang bisa kalian coba.


#1. Ambil Gaji

Saat kalian menjalankan startup yang baru seumur jagung, menjadi sesuatu yang lumrah jika selalu mengalokasikan uang untuk keperluan operasional. Bagaimanapun juga, modal tambahan tersebut diperlukan guna membantu bisnis tumbuh kembang lebih besar.

Persoalannya, kalian seringnya melupakan peran diri sendiri dalam bisnis tersebut, yang seharusnya juga mendapat bagian kompensasi layaknya pekerja lain. Tapi kalian juga harus bisa menjaga keseimbangan antara keuangan bisnis dan personal tetap dalam kadar yang sehat.

Memang benar, ada banyak pemilik startup kecil yang menolak untuk menggaji dirinya sendiri. Mereka percaya bahwa lebih penting memastikan bisnis terus berjalan lalu meningkat dan menggaji pekerja lain.

Tapi bagaimana jika usaha rintisan tak berkembang, kalian bahkan belum pernah merasakan gaji sama sekali. Ingat, kalian adalah bagian dari bisnis tersebut, dan sudah selayaknya jika memberi kompensasi diri sendiri sebagaimana yang kalian beri pada pekerja lain.


#2. Investasi Demi Pertumbuhan

Selain berani menggaji diri sendiri, yang juga penting yaitu menyisihkan sejumlah dana yang nantinya digunakan untuk memodali pertumbuhan bisnis. Ini bakal membuat startup tumbuh subur dan bergerak menuju ke arah finansial yang lebih sehat.

Sudah menjadi keharusan bahwa tiap pemilik bisnis harus punya pandangan jauh ke depan. Startup baru yang ingin terus tumbuh, berinovasi, dan menarik pekerja terbaik harus mampu mendemostrasikan keinginannya untuk berinvestasi lebih di masa mendatang.

Konsumen pasti akan memberi apresiasi atas meningkatnya level pelayanan. Pekerja akan memberi apresiasi karena kalian mau berinvestasi lebih ke perusahaan dan ke karirnya. Dari sini kalian bisa menjelaskan nilai dan budaya yang ada di perusahaan, alih-alih menghamburkan profit ke hal lain.


#3. Buat Strategi Pemasukan dan Pengeluaran

Tiap pemilik bisnis pasti punya kendala sama terhadap klien, konsisten telat membayar tagihan, misalnya. Mengelola keuangan startup kecil juga bisa diartikan dengan mengelola aliran dana untuk memastikan bisnis tetap beroperasi dalam kadar keuangan yang sehat.

Semisal kesulitan menarik bayaran atas aja atau produk dari konsumen, itu berarti waktunya bagi kalian merubah strategi menjadi lebih kreatif. Sebagai gambaran, terlalu banyak tunggakan dari klien bisa memicu persoalan terkait aliran dana startup, yang merupakan pemicu utama kegagalan bisnis.

Jika kalian punya masalah serupa, yang mana kebanyakan dialami bisnis apapun, alih-alih melayangkan tagihan berulang kali atau menelepon terus menerus ke klien, coba gunakan pendekatan berbeda. Misalnya, tawarkan sistem pembayaran 2/10 net 30.

Maksudnya, semisal konsumen mau membayar angsuran dalam 10 hari, mereka berhak menerima potongan pembayan sebesar 2% dari total tanggungan. Sedang angka 30 merujuk pada hari jatuh tempo setelah pemberitahuan terakhir.


#4. Buat Catatan

Sangat mudah, tapi tingkat kepetingannya luar biasa. Sebaiknya, sisihkan waktu sejenak tiap hari untuk memeriksa catatan terkait finansial, bahkan jika kalian memperkerjakan bendahara atau administrasi. Ini berguna supaya kalian lebih familiar dengan alur keuangan startup.

Dari sini juga kalian bisa melihat celah jika ada potensi yang bisa mencederai laju keuangan. Jangan malas untuk melihat sejenak rekam jejak saldo. Gagal melakukan ini, terlebih jika punya bagian khusus yang mengurusi keuangan, akan membuka peluang bahwa modal hanya berakhir sia-sia.

Sangat krusial bagi kalian agar selalu tahu pergerakan uang yang sudah dipakai, terlebih jika modal dalam jumlah besar dilibatkan. Selalu amati performa finansial perusahaan lalu bandingkan dengan laporan terakhir untuk membuat proyeksi keuntungan di masa mendatang.

Penting bagi tiap pebisnis agar selalu memperbarui informasi terkait pengeluaran, dan inilah peran krusial dari catatan anggaran. Tapi satu yang harus benar-benar kalian ingat sedari awal membuka startup, selalu pisahkan antara keuangan personal dan keuangan bisnis.


#5. Fokus ke Pengeluaran dan ROI

Menghitung pengeluaran dan return of investment (ROI) bisa memberi kalian gambaran jelas apakah nilai investasi yang digunakan sangat masuk akal dan apakah layak dilanjutkan. Dengan perhitungan ini, kalian akan menjadi lebih waspada saat menggunakan modal.

Fokus pada ROI yang biasanya menyertai pengeluaran. Tak melakukan ini berarti kalian menghabiskan uang karena tak relevan dalam penggunaannya dan lebih menyerupai bertaruh. Ketahui di mana uang yang susah payah dicari tersebut akan dihabiskan.

Dengan membuat estimasi pengeluaran, kalian juga akan tahu apakah investasi terbayarkan atau justru masih jauh dari target yang dicanangkan. Semisal memang tak mencapai target, lebih baik potong anggaran dan alokasikan ke inisiatif lain yang lebih bisa diandalkan.


#6. Buat Kebiasaan Finansial yang Baik

Buat semacam protokol finansial internal, meski itu hanya aturan sederhana seperti mengatur waktu untuk evaluasi keuangan atau memperbarui informasi terkait situasi finansial. Cara ini bisa membantu dalam memproteksi kesehatan finansial pada bisnis startup kalian.

Dengan tetap menjaga arus informasi keuangan, kalian bisa menangani potensi kesalahan perencanaan jauh-jauh hari. Untuk startup yang masih hijau, ada kalanya kalian terjebak pada waktu, modal, dan kemampuan teknologi yang masih minim.

Walau demikian, keadaan tersebut seharusnya tak menghalangi kalian sebagai pemilik bisnis untuk mengimplementasikan kontrol internal. Ini bahkan menjadi lebih penting kalau kalian punya pegawai, meski hanya beberapa.

Contoh umum, kontrol internal lemah bisa memicu karyawan berbuat curang dan salah, yang selanjutnya berpotensi memperbesar masalah sehingga startup terkena dampaknya. Itu sebabnya, baiknya kalian kenalkan budaya yang baik dari pertama mereka masuk.


#7. Cari Bantuan Professional

Siapapun pasti butuh bantuan, terutama pada sosok lebih punya pengalaman di bidangnya. Dalam hal ini para professional. Seringnya, bantuan tersebut akan terbayarkan dalam bentuk perbaikan pelayanan misalnya, bahkan jika bantuan itu hanya bersifat sementara.

Para professional bisa membantu arah bisnis kalian sampai ke titik yang lebih baik dengan memakai data dan parameter yang lebih jelas. Jadi pastikan kalian memperkerjakan personil terbaik di bidang yang spesifik.

Entah itu di bagian keuangan atau administrasi, keahlian mereka bisa menjadi semacam panduan berharga yang paling tidak bisa meringankan beban pikiran. Dengan waspada di tiap aspek, kalian menjadi lebih tahu apa saja opsi keputusan bisnis yang bisa diambil.

Jadi, meski memiliki dan menjalankan startup bisa memberi kepuasan batin luar biasa, tapi juga di satu sisi juga ada beban yang tak kalah luar biasa besar. Apalagi jika terkait manajemen keuangan. Apapun itu, jangan biarkan startup kalian menderita hanya karena buruknya tata kelola finansial.


https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180327/large-startup-indonesia-ea0c513cf19481c955ac54bc5c684883-470ce93b30a2e7f414a78d9cef735e7e_600x400.jpg



7 tampilan