CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Musti Kalian Pahami

Diperbarui: Jun 8

Umpama anggota badan, bagian keuangan merupakan bagian paling vital yang menentukan laju denyut nadi kehidupan perusahaan kalian. Tugas pokok bagian keuangan adalah mengelola harta dan aset perusahaan kalian dengan cara seefektif dan seefisien mungkin.

Secara garis besar, manajemen keuangan merupakan seluruh bentuk kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan cara mengelola pendanaan modal kerja, cara mengatur alokasi dana, dan juga mencakup cara pengelolaan aset hingga mencapai tujuan utama perusahaan kalian.

Tolok ukur keberhasilan perusahaan kalian dalam menjaga kestabilannya, bisa dilihat dari seberapa berhasilnya pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan suatu perusahaan yang baik selalu didasari prinsip-prinsip manajemen keuangan.

Oleh karenanya, penting dipahami prinsip-prinsip manajemen keuangan agar perusahaan kalian tetap ada di jalur aman dan terkendali agar bisa dengan mudah meraih visi dan misi perusahaan.


1. Prinsip Konsistensi (Consistency)

Sebagai prinsip dasar manajemen keuangan, ada baiknya perusahaan kalian menggunakan sistem pengelolaan keuangan yang sama dan selalu konsisten dari satu periode ke periode selanjutnya. Meskipun kadang terdapat pembaharuan sistem akibat tuntutan perkembangan zaman.

Saat terjadi perubahan yang pada akhirnya turut mempengaruhi sistem manajemen keuangan di tubuh perusahaan kalian, pada prinsipnya harus tetap konsisten menggunakan acuan dan ketentuan yang mendasari perusahaan kalian. Dasar perusahaan harusnya tak pernah berubah.

Saat mengaplikasikan prinsip konsistensi ini, kalian harus menerapkan metode dan prosedur akuntansi yang sama. Tindakan inkonsistensi pada akhirnya melahirkan berbagai problematika yang bisa merugikan perusahaan kalian sendiri.

Bagian manajemen keuangan bisa saja mendapat tudingan melakukan manipulasi keuangan yang dikelola apabila perubahan terjadi tak disertai dengan dokumentasi pendukung yang memungkinkan perubahan sistem manajemen kalian.

Mungkin ada banyak kasus penggelapan dana hanya karena sikap inkonsistensi. Sehingga sangat penting kiranya menjaga prinsip konsistensi dalam menggunakan format baku yang berlaku di perusahaan. Sehingga tak hanya menyelamatkan pekerjaan kalian, tapi juga citra perusahaan.


2. Prinsip Akuntabilitas (Accountability)

Prinsip dasar manajemen keuangan lain yang bisa kalian terapkan pada perusahaan yaitu prinsip akuntabilias. Prinsip ini merupakan bentuk tanggung jawab kalian yang bertugas sebagai pengelola keuangan untuk melaporkan baik sumber dana, penggunaan dana, dan keputusan yang diambil.

Dalam prinsip manajemen keuangan, kalian punya wewenang mengambil sejumlah kebijakan terkait penggunaan dana yang telah diperoleh dan berkewajiban melapor pada yang berkepentingan dan penerima manfaat dari dana tersebut.

Semua pemangku kepentingan, misal perusahaan kalian, berhak tahu bagaimana perputaran keuangan dan wewenang yang melekat pada kalian telah digunakan. Tidaklah akuntabel apabila kalian gagal memenuhi prinsip dasar manajemen keuangan ini.


3. Prinsip Transparansi (Transparency)

Pernah bergabung dengan perusahaan atau organisasi dengan pelaporan keuangan yang cenderung tertutup? Pasti kalian merasa kesal bukan main. Ada banyak sekali pikiran negatif mengenai kemungkinan terjadi pelanggaran seperti penggelapan dana.

Isu korupsi lalu merebak bak bunga di musim semi, minta kejelasan dana dan transparansi. Pengelolaan keuangan yang coba ditutupi, seolah membuka bahwa ada dana yang tersembunyi. Kepercayaan publik meluntur, ketika dana tak nyata dilaporkan secara ngawur.

Begitupun saat kalian dipercaya mengelola keuangan suatu perusahaan, prinsip transparansi merupakan salah satu prinsip yang tak kalah penting dalam manajemen keuangan. Atas nama kepercayaan publik, perusahaan akan mati-matian bersikap terbuka pada keuangannya.

Sebagai bagian paling vital penanggungjawab hidup matinya perusahaan, kalian dituntut untuk memiliki sikap terbuka dalam pelaporan dana yang telah dikelola. Tak hanya transparansi soal informasi, tapi juga terkait pelaporan rencana dan aktivitas yang telah dan akan dilakukan.

Dengan adanya prinsip transparansi, perusahaan kalian tidak akan mudah dicurigai melakukan tindakan kecurangan dan dengan demikian dapat mempermudah pengawasan terhadap kinerja perusahaan kalian serta pelaporan keuangan yang akurat.

Selain sebagi bentuk pencegahan terhadap kecurigaan tindak koruptif dan pelanggaran lainnya, prinsip transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan pihak-pihak yang berkepentingan di perusahaan kalian.


4. Prinsip Kelangsungan Hidup (Viability)

Agar hidup perusahaan kalian tetap terjamin keberlangsungannya, maka prinsip dalam manajemen keuangan yang harus kalian terapkan adalah prinsip kelangsungan hidup. Prinsip ini adalah ukuran seberapa mampu perusahaan kalian hidup sesuai dana yang diterimanya.

Sebagai pihak yang diberi tugas mengatur keuangan, kalian wajib menyiapkan beberapa rencana keuangan yang nantinya dapat digunakan perusahaan untuk mengambil langkah strategisnya dalam memenuhi kebutuhan keuangannya.

Semisal perusahaan kalian hendak mendanai suatu pekerjaan atau proyek, kalian harus pandai memperhitungkan dari tingkat strategi sampai operasional agar nantinya, bilamana hasil tak sesuai, apakah perusahan dapat mengatasi atau tidak keuangan tersebut.


5. Prinsip Integritas (Integrity)

Tak kalah penting, dalam mengelola keuangan perusahaan, kalian harus punya prinsip integritas. Integritas tak serta merta tumbuh begitu saja, tidak diproduksi oleh karakter kalian selama ini, melainkan ditempa berulang sehingga muncullah kemampuan yang mahal ini.

Bergabung di suatu perusahaan besar, dengan banyak teman sejawat dan atasan, sikap integritas menjadi penting sebab kalian tengah bahu membahu, sama-sama bekerja untuk satu tujuan yang sama dalam perusahaan.

Kalian bekerja untuk perusahaan, bukan hanya kepada diri sendiri. Sehingga mau tak mau, kalian harus punya integritas sebagai bagian dari tim. Termasuk bagian manajemen keuangan, meski memiliki tugas yang berbeda, kalian tidak bekerja seorang diri.

Integritas yang baik akan bermuara pada meningkatnya kinerja tiap tim dalam perusahaan kalian. Segala sesuatunya akan saling melengkapi, terutama dalam menilai keakuratan pelaporan keuangan yang kalian kerjakan.


6. Prinsip Pengelolaan (Stewardship)

Selain prinsip integritas, prinsip penting dalam manajemen keuangan yaitu prinsip pengelolaan. Perusahaan tak akan tertarik mempekerjakan jika kalian dinilai kurang cermat dalam mengelola dan mengatur keuangan.

Sebab hal fundamental bagi perusahaan untuk tetap menjaga keberlangsungan hidupnya diperlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan arah dan tujuan perusahaan, kemampuan keuangan perusahaan, dan dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Sebagaimana prinsip pengelolaan, kalian harus mampu melaksanakan dengan tepat setiap rumusan perencanaan strategis, mengidentifikasi bermacam resiko keuangan, dan mengendalikan sistem keuangan sesuai dengan kondisi perusahaan di masa sekarang.


7. Prinsip Standar Akuntansi (Accounting Standard)

Penyajian laporan keuangan tiap perusahaan selalu berbeda. Ini yang kemudian membuat sulit jika kalian membandingkan kondisi dua perusahaan yang berbeda.

Prinsip manajemen keuangan yang terakhir adalah menggunakan prinsip standar akuntansi. Sistem akuntansi atau pembukuan keuangan dalam perusahaan kalian harusnya mengikuti standar akuntansi yang berlaku secara umum dan luas.

Karena perusahaan kalian ada di Indonesia, maka format baku yang berlaku harus sesuai dan disahkan oleh lembaga resmi di Indonesia. Standarisasi akuntansi ini bertujuan agar setiap akuntan memahami sistem manajemen keuangan yang digunakan oleh perusahaan kalian.

Standar akuntansi yang perlu kalian ketahui antara lain konvensi, peraturan, dan prosedur tetap yang sudah disahkan oleh lembaga resmi (Standard Setting Body) dalam waktu tertentu. Sistem bisa saja berubah menyesuaikan perkembangan zaman.




0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja