© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Search
  • trusvation

7 Kesalahan dalam Memulai Perusahaan Startup


https://1.bp.blogspot.com

Berkaca dari kisah sukses di balik perusahaan startup yang akhir-akhir ini meledak di Indonesia, kalian pasti terpancing untuk mencoba peruntungan serupa. Terlebih pemerintah mendukung terciptanya Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terbilang mampu mengerek perekonomian negara.

Sebetulnya tak masalah dengan semangat yang kalian kobarkan untuk mulai berwirausaha. Apalagi jika kalian cukup memiliki alasan semisal hobi atau latar belakang tertentu sehingga keputusan untuk memulai bisnis startup menjadi sebuah pilihan.

Namun seiring dengan pesatnya pertumbuhan perusahaan startup di negeri ini, tak jarang pula kalian mendapati perusahaan yang belum lama dirintis dan digadang menjadi besar tersebut justru malah tumbang di tengah jalan.

Apa yang sebetulnya terjadi? Beberapa bisnis tak lagi bisa menjalankan usahanya karena melakukan kesalahan dalam memulai perusahaan startup. Kesalahan ini terjadi berulang di tiap pemula bisa jadi karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman.

Jika kalian memantapkan diri untuk terjun dalam dunia bisnis startup, beberapa kesalahan dari kegagalan sebelumnya mungkin bisa menjadi pelajaran dan pertimbangan untuk kemajuan bisnis startup kalian ke depannya.

Berikut ini ada beberapa kesalahan dalam memulai perusahaan startup yang sangat penting untuk menjadi bekal awal supaya kalian tidak mengalami kegagalan serupa.


1. Pemilihan Nama Tidak Sesuai

Coba pikirkan produk atau jasa apa yang hendak kalian komersilkan. Dalam pemilihan nama atau branding, kalian mesti menyinkronisasikan dengan produk atau jasa yang kalian miliki. Sebab penamaan ini memegang peranan sangat penting.

Kalau nama brand yang kalian gunakan terdengar tidak familiar di telinga calon konsumen, jangan heran kalau produk atau jasa yang kalian jual dapat dengan mudah dilupakan. Meski terkadang ada pula brand dengan nama nyeleneh tapi justru memikat di hati konsumen.

Sebagai contoh, kalian memiliki sebuah produk susu yang di-branding dengan nama “Melati”. Apa yang kira-kira dipikirkan oleh calon konsumen? Pasti sesuatu produk yang berhubungan dengan bunga, femininisme, kecantikan, dan hal lain. Padahal yang diberi nama adalah susu.

Untuk menghindari hal tersebut, coba kalian cari referensi nama yang sesuai dengan produk atau jasa yang mudah membekas di ingatan konsumen, atau minimal membuat calon konsumen tertarik dan mencari tahu.


2. Tidak Memiliki Visi dan Misi Usaha yang Jelas

Kesalahan kedua yang dapat menumbangkan rintisan usaha yang susah payah kalian dirikan adalah tidak adanya visi dan misi yang jelas dari awal usaha. Apakah ini terdengar sepele? Bagaimana mungkin sebuah usaha dapat berjalan tanpa tujuan?

Belajar dari kesalahan perusahaan startup yang gulung tikar, saat memulai usahanya cenderung menanamkan ide-ide brilian untuk mengembangkan bisnis dengan cepat demi mengejar keuntungan, tanpa lebih dahulu berpikir mengapa dan untuk apa memulai bisnis tersebut.

Apa yang dapat kalian pelajari dari kesalahan ini adalah tentukan visi dan misi di tahap perencanaan usaha. Tanpa sebuah tujuan yang jelas, bila terjadi masalah di kemudian hari, maka kalian akan sulit mencari akar permasalahan dan menyelesaikannya.


3. Kurang Fokus

Kalau kalian cermat mengamati, apa yang sebetulnya membuat sebuah foto menjadi blur? Itu karena fokus lensanya kurang.

Begitu pula dalam menjalankan sebuah usaha, terutama startup, kalian tak bisa menyenangkan semua orang. Terlalu lebar menetapkan target pasar dari produk yang kalian jual, sama saja kalian tidka memiliki target sama sekali.

Umpamanya begini, kalian mencoba menjual beberapa produk seperti; buku, pakaian, sepatu, dan aksesori motor bersamaan dalam naungan satu nama hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk apa sebetulnya yang kalian jual.

Kalian harus sadar bahwa kalian bukan supermarket yang menjual beragam produk yang tak sejenis secara bersamaan di awal bisnis. Penting untuk diketahui bahwa tingkat kepercayaan konsumen adalah membeli produk dari penjual yang memang fokus memasarkan produk tersebut.


4. Produksi Bagus Tapi Marketing Buruk

Kalian boleh berbangga diri jika punya keterampilan di atas rata-rata. Pasalnya, di tangan yang terampil, kadang sebuah koran bekas bahkan bisa disulap menjadi produk estetik yang bernilai tinggi.

Tetapi meskipun produk-produk berkualitas tersebut bisa kalian ciptakan, soal meraih hati konsumen belum tentu bisa kalian dapatkan. Apa masalahnya? Bisa jadi kalian tak punya kemampuan marketing yang bagus.

Jika kalian serius ingin berjuang memulai startup secara mandiri, maka tak ada salahnya belajar marketing dari orang yang dianggap lebih berpengalaman atau mengikuti seminar yang membahas soal bisnis dan marketing.

Tetapi bilamana kalian tak cukup percaya dengan kemampuan diri sendiri, kalian bisa coba berkolaborasi dengan orang lain yang memiliki kemampuan marketing bagus. Dengan pertimbangan kepemilikan saham terbagi dua.

Hal yang perlu diwaspadai adalah jika terjadi konflik dengan si marketing. Kalau kebetulan kerjasama putus, mau tak mau kalian harus mampu memiliki kemampuan marketing. Double skill seperti inilah yang bisa membuat bisnis kuat bertahan.


5. Modal Tidak Memadai

Hal mendasar yang sangat penting agar kalian bisa memulai perusahaan startup yaitu ketersediaan modal. Bagaimana mungkin sebuah usaha berjalan hanya dalam angan yang tak sempat terealisasi karena kurangnya modal atau malah tak ada modal sama sekali?

Meskipun begitu, sebuah usaha dengan modal yang besar pun tak menjamin bahwa usaha akan sukses besar. Tetapi jika kalian memulai usaha dengan modal yang tak memadai juga tidak dapat memastikan agar bisnis aman dari defisit di kemudian hari.


6. Menjual Produk yang Bukan Menjadi Kebutuhan

Kalian tak hanya harus punya produk bagus dan berkualitas, tapi juga sebuah produk yang disukai, diinginkan, dan dibutuhkan konsumen. Sebelum kalian memutuskan produk apa yang ingin kalian coba pasarkan, pastikan dulu siapa saja target market yang kalian tuju.

Tapi bukankah ada produk yang sebetulnya tak terlalu dibutuhkan tapi laku di pasaran? Iya, memang ada. Kalau kalian jeli, sebetulnya produk tersebut booming karena strategi yang bagus dari marketing untuk kemudian berhasil membuat penasaran konsumen.

Padahal setelah rasa penasaran itu terjawab, produk itu akan dengan mudah ditinggalkan konsumen sampai akhirnya benar-benar tak ada lagi yang merasa membutuhkannya. Bukankah itu ironis?


7. Pemilihan Timing yang Tidak Tepat

Terlalu lama berpikir tidak bagus. Terlalu tergesa bertindak juga sama tidak bagusnya. Dalam memulai usaha startup, kalian setidaknya mampu membaca timing peluncuran produk dengan tepat ke pasaran.

Mungkin di antara kalian merasa bahwa untuk meluncurkan sebuah produk harus menunggu sempurna sehingga memakan waktu yang cukup lama, sedangkan di pasaran produk serupa sudah tidak tren.

Atau ada pula di antara kalian yang merasa tak sabar ingin mengenalkan produk barunya ke pasaran, padahal fitur atau kualitas produk belum siap. Alhasil, di pasaran produk yang kalian jual harus menerima kenyataan menjadi produk gagal.

Belajar dari sini, kalian setidaknya harus punya perencanaan produk atau jasa yang ingin kalian pasarkan, baik itu jenis produk, kualitas, manfaat, dan timing yang tepat. Selamat berwirausaha.

1 view