CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

7 Hal Terkait Strategi Pemasaran di Marketplace

Diperbarui: Jun 8

Mengembangkan sayap pemasaran sampai ke ranah maya memang satu langkah yang menjanjikan. Kalian bisa mempromosikan produk kalian di berbagai media yang tersebar di internet, mulai dari website, media sosial, dan marketplace.

Seperti halnya pasar tradisional yang riuh oleh beragamnya penjual dan pembeli, marketplace kini jadi media jualan online yang banyak dikunjungi. Semakin bervariasi produk yang ditawarkan, konsumen pasti betah berlama-lama menyesatkan diri untuk sekadar window shopping.

Namun bergabung di marketplace bukan tanpa kendala. Saking banyaknya penjual yang menawarkan produk sama dengan kalian, maka kemungkinan produk tak tampil di halaman paling atas sangat besar. Sehingga produk kalian sulit dilihat konsumen.

Banyaknya saingan antar penjual demi menaikkan kredibilitas toko maupun produknya, membuat bisnis makin sulit dilakukan. Untuk itu, kalian perlu strategi pemasaran di marketplace supaya lebih dikenal dan menarik perhatian konsumen.


1. Siapkan Produk yang Akan Kalian Jual

Jauh sebelum kalian bergabung di marketplace, lebih dulu kalian tentukan jenis produk apa saja yang ingin kalian jual di situs jual beli online itu. Misalnya kalian membuka usaha penjualan alat outdoor dan camping, kalian sudah harus menyiapkan variasi produknya.

Selain itu, yang perlu kalian perhatikan adalah ketersediaan stok. Jangan biarkan konsumen menunggu terlalu lama hingga mengakibatkan pembatalan order, karena hal itu bisa menurunkan rating toko kalian.

Untuk kalian ketahui, bisnis online sangat dipengaruhi oleh rating dan review konsumen. Semakin responsif maka kredibilitas toko kalian kian meningkat. Terlebih jika kalian mampu memberi produk berkualitas dan punya keunikan tersendiri, pasti konsumen berkomentar, “Worth it.”


2. Kenali Target Pasar yang Kalian Sasar

Dalam strategi pemasaran di marketplace, setelah kalian menentukan jenis produk yang ingin kalian jual, kenali juga target market. Sebelum kalian membuat target market, lebih dahulu kalian lakukan segmentasi pasar.

Siapa saja yang masuk dalam target market kalian, itulah yang mesti kalian sasar. Sebagai contoh produk kalian peralatan camping, target pasarnya yaitu; muda-mudi usia 17-36 tahun, tinggal di tempat yang bisa dijangkau kurir seluruh Indonesia, dan punya hobi petualangan.

Setelah mengetahui siapa target market kalian, barulah kalian menerapkan strategi dalam menghadapi konsumen. Bagaimana kalian harus bersikap, memakai bahasa kekinian, dan tahu waktu yang tepat jam berapa saja calon konsumen berkunjung.

Satu tips buat kalian yang berjualan di marketplace, ketika kalian jualan produk camping, jangan campura duk dengan produk sepakbola, misalnya. Diversifikasi produk hanya akan membuat konsumen bingung terhadap barang apa yang sebetulnya kalian jual.


3. Ketahui Keunggulan dan Kelemahan Pesaing

Menjadi pemain baru di marketplace, tentu kalian akan berhadapan dengan banyaknya pesaing yang sudah lebih dulu menjual produk serupa dan punya pengalaman hebat di bidang bisnis. Terkait strategi pemasaran di marketplace, pelajari dulu kekuatan para pesaing supaya lebih berdaya saing.

Tak ada salahnya kalian sekali waktu membeli produk pesaing guna mencari tahu kualitas produk dan seperti apa pelayanan yang diberikan pada konsumen. Belajar dari keunggulan pesaing, kalian mestinya bisa merumuskan teknik pemasaran sendiri yang berdaya saing.

Jenderal Tiongkok bernama Sun Zi yang hidup pada masa 500-an tahun SM mengatakan bahwa jika kalian mengetahui kekuatan diri, kemungkinan kalian menang. Namun jika kalian tahu kekuatan lawan dan diri sendiri, peluang menang jadi sangat besar.

Dalam strategi pemasaran di marketplace, belajar dari pesaing adalah termasuk juga cara memenangkan persaingan. Proses amati, tiru, dan modifikasi terbilang sangat efektif supaya kalian bisa membawa produk kalian sejajar atau bahkan unggul di antara kompetitor.


4. Kenali Marketplace

Sebelum kalian bergabung di sebuah marketplace dengan membangun toko online, pelajari dulu beberapa pilihan marketplace. Tujuannya yaitu agar produk kalian sesuai dengan audiens yang berkunjung ke masing-masing marketplace.

Untuk kalian ketahui, tiap marketplace punya ciri dan keunikan sendiri. Bisa jadi satu marketplace lebih dikenal karena fashion-nya dibanding marketplace lain yang lebih banyak jualan barang elektronik. Ini penting supaya kalian tak salah pasar dalam menyasar konsumen.

Setelah menetapkan satu marketplace yang cocok dengan produk kalian, coba pelajari dulu aturan mainnya. Meskipun punya satu benang merah yang sama; buka toko dan promosi produk, tiap marketplace punya spesifikasi dan fitur sendiri.


5. Pelajari Algoritma Marketplace

Banyaknya pesaing yang menjual jenis produk serupa, tentu persaingan untuk jadi produk yang menempati peringkat teratas sangat ketat. Sebab produk yang berada paling atas biasanya punya potensi lebih besar dibeli ketimbang produk bagus yang tak terlihat sama sekali.

Lantas bagaimana caranya agar toko atau produk kalian berada di posisi paling atas pencarian? Ini merupakan strategi pemasaran di marketplace paling penting untuk memenangkan persaingan. Caranya yaitu dengan menguasai algoritma marketplace.

Beda marketplace tentu beda algoritmanya. Sama seperti merk smartphone, beda pabrikasi tentu beda pula fiturnya meski punya fungsi dan kegunaan yang sama. Strategi ini bisa kalian terapkan saat meng-upload produk kalian beserta deskripsi dan foto.

Ketika menulis judul, usahakan yang mengandung ‘kata kunci’ yang relevan di kolom pencarian. Umpama kalian hendak mem-posting produk tenda, bisa kalian gunakan judul ‘tenda camping kapasitas 4 orang’ dan lain sebagainya.

Lalu saat kalian membuat deskripsi produk, buat sedetil dan selengkap mungkin sesuai spesifikasi produk. Apa yang ingin kalian ketahui adalah apa yang ingin konsumen ketahui. Semakin serius kalian menulis deskripsi, tingkat kepercayaan konsumen pasti meningkat.

Dan yang tak kalah penting adalah gambar produk. Citra pertama konsumen saat berkunjung di marketplace yaitu senang terhadap gambar yang terlihat eksklusif, cerah, dan jelas. Tulisan tambahan seperti nomor telepon dan watermark cukup mengganggu penglihatan.


6. Beri Jaminan Kenyamanan Berbelanja

Memberi kenyamanan pada konsumen dalam belanja online bisa kalian artikan seperti memberi kemudahan transaksi pembayaran, proses pengiriman, dan pengembalian barang yang rusak. Tak lupa juga komunikasi yang bagus juga sebagai bentuk kenyamanan yang lain.

Konsumen senang jika transaksi pembayaran dan jasa pengirimannya punya lebih dari satu pilihan sehingga memungkinkan memilih yang lebih murah dan cepat. Selain itu, pelayanan ketika barang rusak jadi kenyamanan berbelanja yang jarang ditawarkan.


7. Kemas Produk Semenarik dan Seringkas Mungkin

Tak jarang dalam belanja online, produk yang kalian beli memang berkualitas, tapi begitu sampai di tangan, kemasan yang dibuat tak rapi dan rawan dicuri. Sedangkan konsumen seharusnya dibuat senang dengan packaging yang menawan.

Membuat kemasan produk yang menarik tentu ada caranya. Tinggal kalian kreasikan sendiri mau dibuat seperti apa. Misal mengusung tema vintage dan rustic atau kemasan dengan hiasan gambar bunga-bungaan dan tulisan.

Intinya, lewat imajinasi kreatif kalian, buat kemasan yang punya pesan tertentu. Selain itu tak hanya berguna untuk memikat konsumen berdecak kagum, tapi juga usahakan kemasan jadi multifungsi ketika sudah tak digunakan lagi.

Bagaimana dengan penggunaan plastik? Sekarang sudah ada solusinya. Kalian bisa memakai kemasan bioplastik untuk melapisi packaging produk kalian. Produk selamat ke tangan konsumen, lingkungan selamat di tangan kalian.

0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja