CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

6 Hal Terkait Sistem Pengelolaan Keuangan UMKM

Diperbarui: Jun 8

Salah satu faktornya yaitu tentang sistem pengelolaan keuangan UMKM kalian. Banyak yang tak menyadari bahwa kebiasaan ini merupakan racun bagi keberlangsungan bisnis kalian dan uniknya kalian tak mengubah kebiasaan pengelolaan keuangan ini.

Indonesia sedang giat-giatnya membangun ekonomi kreatif lewat menteri barunya yang muda itu. Dan kalian masih bersenda gurau mengurus satu bisnis kecil? Atau mungkin malah kalian masih sibuk rebahan menunggu tanggal gajian?

Mulai sekarang perbaiki hal terkait sistem pengelolaan keuangan UMKM ini kalau ingin bisnis kalian tak mogok di tengah jalan. Sehingga kalian bisa jadi salah satu bagian kecil pembangun kemajuan ekonomi kreatif negeri ini.


1. Tidak Adanya Sekat antara Keuangan Pribadi dan Bisnis

Tak jarang dari kalian menggabung keuangan pibadi dan bisnis dalam satu rekening yang sama. Padahal dengan kebiasaan seperti ini, sistem pengelolaan keuangan UMKM kalian tak bisa dikontrol. Keuntungan yang kalian dapat pun tak bisa dihitung.

Apalagi jika kalian menjalankan bisnis online shop, pasti penggunaan rekening untuk transaksi jadi gerbang utama keluar masuknya uang kalian. Tak cuma transaksi bisnis, bagaimana kalian melacak mana uang yang kalian keluarkan untuk keperluan pribadi dan bisnis?

Nah, daripada susah payah memilah dan buang waktu merunut pengeluaran uang pribadi dan bisnis yang kalian sendiri tak menjamin keakuratannya, kenapa tak buat rekening baru saja? Satu untuk pribadi, dan satunya lagi untuk arus keluar masuk transaksi bisnis.

Dengan demikian, uang yang masuk dalam rekening bisnis pun bisa kalian hitung seberapa besar keuntungannya. Lebih mudah, bukan?


2. Pencatatan Keuangan Masih Memakai Cara Konvensional

Sebetulnya tak masalah jika kalian masih pakai cara lama untuk pembukuan keuangan. Namun kelemahan dari sistem pengelolaan keuangan UMKM ini tak efektif dalam ketepatan, kecepatan, dan kepraktisan.

Ketidakakuratan data sangat mungkin terjadi kalau kalian tergesa dalam menggarap laporan keuangan. Pun pencatatan manual pasti butuh waktu lebih banyak ketimbang pakai cara digital yang bisa langsung hitung otomatis itu.

Menariknya lagi, ketika kalian menerapkan pembukuan digital, slot ruang yang biasa kalian pakai untuk menaruh dokumen kumal bisa kalian alih-fungsikan jadi rak display produk kalian, misalnya. Terlebih bila ruang kerja kalian terbatas, pasti lebih butuh ruang yang lega untuk bernapas.

Tap jika kalian memutuskan untuk tetap memakai cara manual dalam hal pembukuan pun tak jadi soal. Terutama software akuntansi terbilang rumit maintenance dan pengoperasiannya. Belum lagi kalau terjadi kesalahan sistem yang malah justru mengganggu kinerja kalian melaporkan keuangan.


3. Menganut Harga Teman

Sejatinya punya banyak teman adalah anugerah. Kalian bisa membangun relasi yang kuat dari pertemanan itu. Tapi tak jarang juga, saking banyaknya teman yang merayu kalian untuk jual produk seharga teman, sebulan kemudian bisnis kalian gulung tikar.

Mau bagaimana lagi? Kalau tak menganut harga teman, bisa-bisa teman kalian bubar, dan itu yang kalian takutkan? Tapi kalau mengikuti kebiasaan tersebut, hati kalian sebenarnya kandas, beberapa kerugian membuntut di belakang kata “iya” yang terpaksa kalian ucapkan dengan senyum kecut.

Walaupun teman, semestinya konsumen sadar diri bahwa ada saatnya berteman dan ada saatnya pula berbisnis. Ketika bicara sola bisnis, kalian tak hanya mengejar untuk dapat menghidupi keluarga kalian dari hari ke hari, tapi juga mempertahankan bisnis kalian sepanjang waktu.

Kalau masih saja ada teman yang meminta harga teman tapi kalian tak enak menolak, mulai sekarang kalian harus bertindak tegas. Demi keberlangsungan bisnis kalian, cobalah buat negosiasi harga sesuai skill atau standar harga produk yang kalian miliki.

Jelaskan dengan sopan dan tanpa bermaksud pelit, tapi usahakan negosiasi harga tak sampai membuat kalian rugi dan si teman menggerutu kecewa. Mungkin bagi teman kalian butuh waktu untuk mengerti bahwa harga teman sebetulnya merugikan kalian.

Bahwa sesungguhnya membayar sesuai standar harga adalah bentuk penghargaan pada teman yang sedang menjalankan bisnis. Teman adalah teman, bisnis adalah bisnis.


4. Boros Belanja Hasil Keuntungan

Kebiasaan ini selalu ada terkait sistem pengelolaan keuangan UMKM. Boros belanja sekalipun nantinya untuk bisnis kalian dengan sejumlah keuntungan yang kalian dapatkan adalah pekerjaan berat yang harus diubah sekarang juga.

Ketika bisnis kalian telah berkembang dan mendapat banyak keuntungan, ada baiknya jangan sampai tergoda untuk membelanjakannya sesuka hati, hanya karena kalian merasa jadi pemiliknya. Padahal kalian bisa menyisihkannya untuk keperluan yang lebih mendesak di masa datang.

Kendati hasil keuntungan tak menganggu keberadaan modal utama, tapi pertimbangkan juga dalam membelanjakan uang untuk sekadar menambah perabotan bisnis ataukah bisa menunjang kinerja karyawan dalam bekerja.

Meskipun demikian, kalian juga tak boleh pelit terhadap karyawan. Tetap penuhi haknya sebagai bawahan kalian, sebab kesejahteraan karyawan mampu menentukan keberlangsungan bisnis kalian kedepannya.


5. Pengeluaran Tidak Sesuai dengan Rencana Anggaran

Berkaitan dengan poin keempat, pengelolaan keuangan yang buruk merupakan awal dari keruntuhan bisnis yang dari awal kalian bangun. Jika sebelumnya menyalahgunakan uang laba sebagai bentuk pemborosan, di poin ini justru pengeluaran yang tak sesuai anggaran.

Bayangkan, apa jadinya jika tiap bulan kalian membuat pengeluaran usaha yang selalu melebihi anggaran yang direncanakan? Sudah bisa dipastikan kalau bisnis kalian bakal berantakan. Tak cuma keuangan jadi defisit, tapi juga mengancam keberadaan simpanan uang yang lain.

Cara mengatasinya yaitu kalian harus konsisten dengan catatan. Sebab kalian tak pernah tahu kapan bisnis kalian mengalami fluktuasi sehingga kalian harus berpikir bagaimana caranya kalian tetap mendapat untung tanpa harus memangkas beragam anggaran.

Ada cara lain jika kalian memang tak mampu menahan borosnya pengeluaran belanja bisnis bulanan, yaitu buat anggaran yang sedikit lebih gendut, catat hal apa saja yang memang jadi keperluan bulanan dan itu menunjang bisnis kalian.


6. Mengabaikan Investasi

Kesulitan menabung untuk bisnis kalian, menjadikan kalian juga malas berinvestasi dan menyiapkan dana darurat? Pasalnya bukan perkara kalian merasa tak punya uang untuk menabung, tapi kalian cuma merasa akitivitas itu bisa digantikan sebagai uang jajan.

Sistem pengelolaan keuangan UMKM yang buruk dan cenderung koruptif membuat semua elemen negeri tak pernah bersih dari kebebasan yang dicita-citakan itu. Kalau semua bermental koruptif untuk apa kalian ikut polling menuntut Perppu KPK?

Yang perlu kalian ingat dalam pengelolaan keuangan ini adalah selalu membuat alokasi khusus untuk investasi begitu laba kalian berkumpul. Tapi jangan juga terpancing untuk memakai jatah ini yang sejatinya untuk masa depan bisnis kalian.

Cari produk investasi yang aman dan terjamin. Tak semua produk investasi cocok dengan keinginan kalian. Selain bentuk saham, kalian bisa berinvestasi dalam bentuk emas dan deposito bank. Cari yang sekiranya nyaman menurut kalian.

0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja