© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Cari
  • trusvation

5 Sumber Modal UMKM Berbasis Pinjaman


Apa yang kalian pikirkan kali pertama jika ingin membangun sebuah bisnis? Pasti modal. Banyak yang gagal mewujudkan cita-citanya menjadi wirausahawan lantaran tak punya modal yang cukup. Sementara itu, menunggu tabungan sampai tua bukan tindakan bijaksana.

Meskipun cuma perlu modal kecil, membangun bisnis UMKM tak semudah bagi yang sudah kaya raya. Kalau sudah kaya, untuk apa memilih UMKM sebagai sebuah usaha? Bukankah UMKM lebih bermanfaat sebagai kesempatan kerja bagi para pencari nafkah?

Laju perkembangan UMKM di negeri ini dapat dorongan penuh dari pemerintah sebab keberadaannya mampu mendongkrak pembangunan ekonomi nasional. Oleh karenanya, jika kalian berniat membuka UMKM dapat dimudahkan proses pengajuan modalnya.

Sumber modal UMKM pun beragam. Mungkin selama ini yang kalian ketahui cuma sebatas pinjaman bank dengan syarat yang susah dan proses yang bertele-tele. Tapi tenang, kecanggihan teknologi informasi memudahkan kalian untuk cari tahu pinjaman apa saja yang bisa kalian dapatkan.

Sebagai gambaran supaya kalian bisa memilih jenis sumber modal UMKM apa yang cocok untuk bisnis kalian, ada baiknya simak penjelasan singkatnya di bawah ini.


1. Mengajukan Kredit dari Pemerintah

Mengajukan kredit usaha dari pemerintah, kalian bisa mendapatkannya lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mulai dikembangkan sejak tahun 2007. Program ini memang ditujukan jika kalian termasuk yang perlu bantuan permodalan.

Sebagai penyalurnya, pemerintah bekerjasama dengan bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan bahkan Bukopin. Namun supaya kalian dapat modal dari KUR ini, kalian wajib punya usaha yang belum berjalan, tapi belum bisa mengakses perbankan.

Sumber Modal UMKM ini mungkin tak menuntut pengembalian secepatnya, sebab beberapa kondisi ini bisa buat kalian mendapat modal usaha dari pemerintah, yaitu modal usaha hibah kelompok, bantuan wanita rawan sosial, dan bantuan wirausahawan muda.

Usaha hibah kelompok ditujukan bagi kalian yang punya kelompok usaha yang telah berjalan dan mengajukan sendiri proposal pada pemerintah. Sementara bantuan untuk wanita rawan sosial adalah bantuan modal usaha yang ditujukan bagi ibu-ibu yang ingin membuat UMKM.

Kalau kalian tak mampu dan tak cocok dengan modal usaha manapun dari pemerintah mungkin poin ketiga yang berjudul dana usaha untuk wirausahawan muda, kalian masih punya kesempatan untuk itu. Mengingat tujuannya untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tumbuh.


2. Pinjaman dari Angel Investor

Jika kalian kebetulan dapat pinjaman dari Angel Investor sebagai sumber modal UMKM, betapa beruntungnya usaha kalian sehingga mampu menarik perhatian sang malaikat yang sebetulnya merupakan momen langka dan harus menunggu proses penantian yang panjang.

Siapa Angel Investor? Yaitu individu yang punya harta berlimpah dan bersedia memberi dukungan keuangan bagi kalian yang ingin mengembangkan usaha rintisan UMKM. Dana yang diberikan pun bersifat satu kali di awal usaha sebagai pijakan usaha kalian mengambil langkah pertama.

Kebanyakan ditemui, sosok Angel Investor yang menjelma jadi penyelamat sumber modal UMKM kalian tak jauh dari zona kekerabatan. Tapi sebagus apapun Angel Investor tetap saja dalam bisnis kalian tersimpan saham miliknya sekian persen dalam bentuk ekuitas perusahaan.

Dari sudut pandang Angel Investor, modal yang ditanamkan di usaha UMKM kalian punya potensi resiko yang tinggi. Bisa saja kehilangan semua modalnya saat kalian gagal membangun usaha yang belum teruji itu, tapi begitu kalian berhasil, keuntungan besar didapatkan.


3. Modal UMKM dari Perbankan

Dinilai lebih njelimet dan proses yang lama ketika kalian memilih pinjaman bank sebagai sumber dana UMKM. Namun tentu itu sebanding dengan dana yang bisa kalian dapatkan, pinjamannya cukup besar untuk kalian pakai membuka usaha.

Sumber modal UMKM yang besar tentu tak lepas dari resiko. Masalahnya kalian juga harus membayar bunga bank yang tak sedikit pula. Belum-belum, usaha belum juga balik modal, sedangkan tagihan utang besar, lalu kalian gulung tikar.

Dalam pinjaman dana perbankan, ada jenis modal usaha yang pelu kalian ketahui sebelum memutuskannya. Di antaranya; kredit usaha dan kredit tanpa agunan.

Kredit usaha yang perlu kalian ketahui adalah modal yang diberikan bank sebagai kredit usaha yang ditentukan berdasarkan jenis usaha kalian masing-masing. Dibagi lagi menjadi kredit investasi dan kredit modal kerja atau penggabungan keduanya.

Sementara kredit tanpa agunan sebagai sumber modal UMKM perbankan yaitu kredit perorangan yang tak pakai jaminan untuk dapatkan modal. Sebagai pebisnis pemula, kalian bisa ajukan ini dengan pertimbangan suku bunganya yang besar.

Pelajari dulu secara detil seperti apa jenis kredit usaha yang satu ini, sebab kadang cicilan yang diberikan lebih manusiawi dan cocok untuk usaha kalian. Sebisa mungkin, ambil kredit kalian yang punya besaran bunga mencapai nol persen.


4. Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank

Sebagai alternatif sumber modal UMKM yang perlu kalian ketahui, bahwa ternyata ada pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan non bank. Biasanya lembaga keuangan itu bentukan pemerintah yang ingin kesejahteraan perekonomian terjamin kelangsungannya.

Lembaga keuangan dari pemerintah ini seperti pegadaian, koperasi simpan pinjam, pasar modal, asuransi, dan lembaga penyelenggara dana pensiun seperti Taspen, misalnya. Meskipun penyedia modal ini bukan bank, tidak berarti kalian bisa bebas bunga.

Jika kalian memilih meminjam di koperasi, terlebih dulu kalian harus jadi anggota dan menanam modal di awal. Besar bunga yang harus kalian bayarkan pun beragam, tapi kadang juga tak kalah besar dibanding bank swasta.

Atau misalnya kalian tertarik menggadaikan BPKB kendaraan dan sertifikat tanah, memang kelebihannya adalah dapat jumlah pinjaman yang besar dan tenor pinjaman lama. Dan tak hanya sebagai modal usaha, kalian bisa memakai jenis kredit ini untuk membangun rumah.

Sebelum memutuskan untuk mencari pinjaman dari lembaga milik pemerintah ini, sebaiknya kalian pikirkan kembali supaya tak rugi oleh besaran bunga yang harus dibayar pada saat usaha kalian tengah berjalan nanti.


5. Pinjaman Fintech

Layanan pinjaman ini bisa kalian nikmati sebagai kepanjangan dari Financial Technology, berkembang sesuai kebutuhan zaman yang serba digital. Karena berbasis teknologi, kalian tak cuma dibuat mudah dalam mengakses layanan itu, tapi juga nyaman dan efisien.

Karena sedang naik daun belakangan ini, perusahaan Fintech di Indonesia membuka berbagai layanan yang bisa kalian gunakan yaitu, pinjaman, pembayaran, perencanaan keuangan, investasi ritel, pembiayaan, remitansi, dan riset keuangan.

Meskipun sebenarnya punya beragam layanan, tak jarang juga perusahaan Fintech yang hanya fokus bergerak di bidang peer to peer lending (P2P lending). Kelebihannya sebagai pinjaman tanpa agunan ini jadi selangkah lebih maju dibanding dengan lembaga keuangan lainnya yang lebih dulu eksis.

Perusahaan Fintech yang luwes pergerakannya ini meski kalian sudah bankable tetap boleh jadi peminjam tanpa agunan. Tak hanya itu saja, layanan online yang bisa diakses siapa saja, Fintech bisa membantu program pemerintah dalam pembangunan ekonomi dari daerah pelosok.

Hanya saja masalah yang dihadapi perusahaan Fintech menyoal visi yang mulia—membangun perekonomian pelosok, harus terkendala oleh kemampuan calon peminjam dari pelosok yang sudah pasti gagap teknologi dan koneksi internet yang tidak stabil.


0 tampilan