© 2019 trusvation .  All rights reserved.

konsultan pajak dan accounting software di Indonesia.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Cari
  • trusvation

5 Hal Terkait Perencanaan Manajemen UMKM dan Koperasi


Seperti yang kalian ketahui, istilah koperasi yang melekat di perekonomian negeri ini berasal dari bahasa Inggris yaitu co-operation atau cooperative. Co-operation atau cooperative mempunyai makna kurang lebih adalah sebuah usaha bekerja sama.

Dengan kata lain, kalian dapat mendefinisikan kata koperasi sebagai kumpulan individu yang mempunyai kebutuhan dan kepentingan ekonomi yang sama, mengumpulkan modal bersama, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bersama.

Menurut UU Nomor 25/1992, pengertian koperasi yaitu “suatu badan usaha yang beranggotakan orang-seorang, atau Badan Hukum Koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan.”

Azas kekeluargaan yang dimaksud ialah jika tiap individu yang bergabung menjadi anggota Koperasi dan mendapatkan hak berupa pinjaman, maka harus sadar bahwa uang tersebut adalah uang kelompok.

Jika kalian punya rencana gabung menjadi salah satu anggota koperasi, pahami regulasinya. Karena azas kekeluargaan yang dijunjung Koperasi inilah, maka kalian wajib menaati peraturan demi tujuan bersama Koperasi.

Karena azas kekeluargaan ini pula, kalian akan dituntut selalu berinteraksi antar anggota yang lain sehingga melahirkan solidaritas kelompok. Solidaritas ini kemudian akan membentuk sikap, norma, dan perilaku yang nantinya dapat mendukung tujuan utama Koperasi.

Jika kalian ternyata menjadi anggota yang tidak solid, sehingga tidak sesuai dengan aturan dan tujuan koperasi, maka bisa-bisa eksistensi kalian tak akan bertahan lama. Alias dipecat dari keanggotaan.

Sejatinya, hadirnya Koperasi di tanah air merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Namun, citra Koperasi saat ini tak sesedap cita-cita mulia pada awal berdirinya, yang konon hanya dapat hidup dari bantuan pemerintah.

Walaupun wajah Koperasi coreng, sebagai penopang pendanaan masyarakat yang berbasis ekonomi kerakyatan diharap mampu mendorong tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Ilmu Manajemen

Sebelum sampai pada pembahasan manajemen UMKM dan Koperasi, terlebih dahulu kalian memahami apa itu ilmu manajemen. Ilmu manajemen adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai tujuan yang efektif dan dan efisien dengan menggunakan bantuan orang lain.

Sebuah manajemen UMKM dan Koperasi yaitu serangkaian kegiatan dalam suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan menggunakan suatu ilmu dan seni bersama demi menyelesaikan tugas dan tujuan yang telah ditetapkan.

Alex Dasuki mengatakan, manajemen adalah usaha atau ilmu yang berhubungan dengan cara mengkombinasikan dan mengoperasionalkan faktor-faktor produksi secara efisien serta memiih unit-unit usaha yang menguntungkan serta berkesinambungan .

Sebagai suatu proses, masih menurut Alex Dasuki, maka manajemen sebagai titik utamanya memiliki fungsi sebagai berikut.

Manajeman UMKM dan Koperasi

1. Perencanaan (Planning)

Sebelum kalian memutuskan untuk melakukan sebuah tindakan dalam bisnis, mestilah memikirkan suatu cara tertentu agar tujuan tercapai. Memikirkan suatu cara sebelum bertindak disebut perencanaan.

Dalam merencanakan tindakan bisnis, kalian tak bisa berhenti sampai pada apa yang harus dilakukan, tapi juga bagaimana cara melakukannya, dan apa saja tugas tanggung jawab yang menyertai.

Oleh karenanya, sebelum kalian memulai tindakan bisnis, perencanaan merupakan tahap awal yang sangat krusial jika dilewatkan begitu saja. Perencanaan yang baik yaitu berdasarkan pada alternatif, harus realistis, harus ekonomis, harus fleksibel, dan didasari partisipasi dari beberapa pemikiran.

Adapun manfaat perencanaan bagi bisnis atau organisasi adalah sebagai alat pengawasan, untuk memilih dan menetapkan skala prioritas, mengarahkan dan menuntun pelaksanaan, mengantisipasi ketidakpastian, dan mendorong tercapainya tujuan kesejahteraan dan ekspansi usaha anggotanya.


2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengertian organisasi menurut KBBI yang perlu kalian ketahui adalah kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu.

Dalam konteks manajemen UMKM dan Koperasi, organisasi adalah sekelompok individu yang bekerja sama yang dicanangkan dalam bentuk struktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja dan tugasnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Dalam membentuk pengorganisasian, kalian perlu beberapa langkah seperti penetapan stuktur organisasi sesuai tugas dan kapasitas SDM, serta pengaturan hak dan wewenang masing-masing bagian sehingga dapat bekerja sama secara efisien.

Sarana manajemen yang perlu kalian siapkan untuk mengisi struktur organisasi antara lain; Sumber Daya Manusia (man), uang yang digunakan SDM bekerja (money), bahan yang dibutuhkan dalam pekerjaan (material), langkah yang digunakan (method), dan sasaran produk (market).


3. Pengarahan (Actuating)

Pada dasarnya, Koperasi dibangun untuk mengurangi kemiskinan dan kesulitan ekonomi. Misi mulia ini sangat erat kaitannya dengan pola pengaturan kelembagaan atau komunitas anggota koperasi sendiri untuk membangun kesejahteraan secara bersama-sama.

Bentuk pengarahan dalam suatu organisasi atau koperasi, kalian harus mampu membuat orang yang tergabung dalam skena organisasi mau bekerja sama secara sadar dalam satu kelompok guna mencapai tujuan utama.

Oleh sebab itu, kalian harus tahu kebutuhan apa saja dari orang-orang terkait, sehingga selanjutnya dapat dengan mudah menggerakkan orang lain untuk mengerjakan apa yang sudah menjadi tugasnya.


4. Koordinasi (Coordinating)

Sedikit berbeda dengan pengarahan atau actuating, koordinasi ini penting kalian pahami sebagai suatu usaha memadukan atau menyelaraskan berbagai arahan atau perintah kerja untuk dijadikan satu tujuan yang sama.

Dalam manajemen koperasi, kalian tak boleh salah memahami bahwa garis perintah atau komando hanya berlaku dari atasan kepada para bawahan, sedangkan garis koordinasi berlaku antar unit kerja atau sub unit dalam skema organisasi.


5. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan yang kalian lakukan dalam fungsi manajemen UMKM dan Koperasi, merupakan tindakan atas proses kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan, kemudian mengevaluasi agar terjadi perbaikan dan pencegahan terulangnya kembali kesalahan tersebut.

Penulis buku ‘Principles of Managemant’ Harold Koontz dan Cyril O’donnel mengatakan bahwa ‘Planning and controlling are the two sides of the same coin” yang artinya perencanaan dan pengawasan ibarat dua sisi dari satu koin yang sama.

Jika kalian jeli melihat pentingnya kontrol atau pengawasan terhadap suatu proses kegiatan organisasi, maka fungsinya adalah mencegah terjadinya penyimpangan atau kesalahan dan memperbaiki berbagai kecacatam pada proses pelaksanaan.

Fungsi selanjutnya adalah menyelaraskan koperasi atau organisasi serta segenap kegiatan manajemen lainnya dan untuk mempertebal rasa tanggung jawab dari setiap anggotanya.

Selain fungsi, manfaat manajemen UMKM dan Koperasi secara ekonomis yang wajib kalian pelajari adalah peningkatan skala usaha, pemasaran, pengadaan barang dan jasa bagi anggota, fasilitas kredit dan mudah, dan pembagian SHU koperasi.

Adapun manfaat sosial dari manajemen UMKM dan Koperasi adalah meningkatkan keuntungan banyak orang, menambah wawasan dan keterampilan dari pelatihan dan kaderisasi yang berkesinambungan, serta solidaritas antar anggota.

Eksistensi UMKM akan tetap terjaga bila sebagai pelaku bisnis kalian tidak enggan bekerja sama dengan koperasi. Begitu juga sebaliknya, Koperasi tak akan pailit jika mampu mengail para pebisnis UMKM melalui azas kekeluargaannya.

Bersama-sama, UMKM dan Koperasi adalah kolaborasi yang kuat untuk mengipasi kobaran semangat kehidupan perekonomian Indonesia.

2 tampilan