CALL US TODAY FOR A CONSULTATION

+62 821 2607 8588

12 Tips Mudah Menyusun Bisnis Plan Makanan

Diperbarui: Jun 8

Menjamurnya usaha kuliner di era milenial ini tak membuat pelaku usaha di bidang kuliner berhenti membangun usaha. Malah yang terjadi sebaliknya, semakin banyak usaha kuliner yang bisa kalian temukan dari yang murah sampai mahal dengan inovasi yang kreatif dan imajinatif.

Idealnya untuk membangun sebuah usaha, tentu kalian harus punya rencana yang matang agar usaha yang kalian bangun hari ini tidak mengalami hambatan atau kegagalan di lain hari. Sebelum rencana itu tersusun, kalian sebaiknya cari dulu tips mudah menyusun bisnis plan makanan.

Tujuan kalian memahami bagaimana cara menyusun bisnis plan yaitu supaya usaha di bidang makanan yang kalian buat bisa terpetakan, baik keunggulan serta kelemahannya, berapa modal yang dibutuhkan, sampai estimasi pengembangan usaha kuliner yang hendak kalian bangun.

Walaupun kategori usaha kalian termasuk usaha kecil-kecilan, tak menjadi masalah kalau sampai harus membuat bisnis plan seperti perusahaan besar. Justru berawal dari menghargai hal sepele, kalian bisa belajar mengatasi yang terbesar.


Langkah Penting Sebelum Menyusun Bisnis Plan

1. Lakukan Riset Data

Langkah paling awal yang bisa kalian lakukan sebelum menyusun bisnis plan yaitu riset data. Riset atau penelitian yang harus kalian kerjakan yaitu mencari tahu kebutuhan pasar dan menyesuaikan dengan tujuan bisnis kalian.

Setelah mendapatkan data kebutuhan pasar dan jenis produk apa yang ingin diproduksi, kalian harus mencari tahu ada atau tidaknya kompetitor dan keunggulan serta kelemahannya. Ini penting jika kalian berkompetisi di produk yang sama, kalian memiliki keunggulan yang menjadi kelemahannya.

Begitu kalian selesai pada riset dasar tersebut, pertimbangkan animo masyarakat terhadap jenis produk yang ingin kalian lempar ke pasar. Dengan demikian barulah kehadiran produk kalian mendapat tempat di hati para pecinta kuliner.


2. Tentukan Tujuan Kalian Membuat Bisnis

Tujuan yang ingin dicapai tiap enterpreneur selalu berbeda, begitu juga dengan kalian. Untuk memulai bisnis, terutama makanan, tentukan lebih dulu tujuan utama kalian membangun bisnis makanan agar ketika bisnis itu berjalan, kalian selalu termotivasi untuk mencapainya.


3. Susun Company Profile (Profil Perusahaan)

Sekecil apapun bisnis yang ingin kalian bangun, membuat profil perusahaan sangat penting sebelum kalian menyusun bisnis plan makanan. Sebab dengan kalian membuat satu perusahaan dengan nama dan alamat yang jelas dan visi misi yang jelas, itu bisa menarik minat investor nantinya.


4. Analisis SWOT dan PEST bagi Bisnis Makanan Kalian

Saat menyusun rencana membangun suatu bisnis seperi halnya kuliner, kalian harus paham apa itu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat). SWOT merupakan metode agar kalian dapat mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu spekulasi bisnis.

Dengan kata lain, analisis ini seperti pisau bedah yang kalian gunakan untuk mengulik jeroan bisnis kalian agar bisa bertahan hidup ke depannya.

Sementara analisis PEST (Politic, Economy, Social, and Technology) merupakan metode membaca pengaruh lingkungan yang relevan bagi kelangsungan bisnis kalian sebagai langkah antisipatif jika terjadi permasalahan ke depannya.


Dasar-dasar Menyusun Bisnis Plan Makanan

1. Ringkasan Jenis Usaha dan Visi Misi Perusahaan

Tahap pertama saat kalian menyusun bisnis plan makanan, kalian harus membuat rangkuman singkat terkait nama, alamat, dan visi misi perusahaan. Tak ketinggalan pula, perlu kalian cantumkan jenis dan bentuk usaha. Dalam hal ini kalian bergerak di bidang kuliner.

Perlu trik khusus agar susunan dasar bisnis plan makanan yang kalian buat mampu menggigit klien atau investor. Trik ini seperti menaruh blurb pada awal cerita novel yang akan membuat pembaca tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang bisnis plan kalian.


2. Tulis Latar Belakang Perusahaan

Dalam latar belakang perusahaan yang kalian buat, ceritakan data perusahaan secara umum, siapa saja individu yang mendukung bisnis kalian, struktur organisasi, susunan pemilik saham jika ada, dan sebutkan juga beberapa ahli atau konsultan yang tergabung dalam bisnis kalian.

Untuk bisa mulai bisnis kuliner yang layak seperti yang kalian inginkan, bekerja sama dengan chef dapat menaikkan kredibilitas bisnis makanan kalian di mata investor dan juga konsumen pada akhirnya.


3. Analisis Pangsa Pasar dan Strategi Pemasaran

Saat kalian sampai pada tahap ini, yang mesti kalian lakukan yaitu menentukan pangsa pasar atau segmentasi pasar. Golongan konsumen seperti apa yang ingin kalian bidik; seperti tingkat umur, level pendapatan, jenis kelamin, status sosial, dan tingkat pendidikan.

Selanjutnya kalian juga perlu menerapkan strategi pemasaran seperti apa yang hendak kalian gunakan untuk memasarkan produk kuliner pertama kalian. Ketajaman analisa kalian dalam membaca pangsa pasar ini akan menentukan strategi yang tepat untuk penetrasi pasar.

Paling tidak pilih segmen yang kuat untuk mendapat posisi yang menguntungkan. Diterima atau tidaknya produk makanan kalian, juga ditentukan oleh pemilihan waktu yang tepat. Tidak mungkin kalian berjualan kolak di pagi hari saat bulan Ramadhan di tengah komunitas Muslim.

Sebagai contoh strategi pemasaran yang hits di zaman kekinian, kalian bisa memanfaatkan influencer di media sosial untuk me-review produk makanan kalian dan secara tidak langsung follower-nya akan tertarik dan mencari tahu produk yang kalian tawarkan.


4. Analisis Produksi Usaha

Rangkum dengan detail segala proses produksi yang kalian jalankan. Untuk bisnis kuliner kalian, tulis dan buat rincian peralatan apa yang digunakan saat produksi, bahan-bahan, cara pembuatan, permintaan konsumen, dan sistem distribusi produk kuliner kalian pada pelanggan.


5. Analisis Sumber Daya Manusia yang Diperlukan

Dalam analisis ini, kalian harus menentukan berapa jumlah Sumber Daya Manusia (SDA) atau tenaga kerja yang diperlukan untuk menunjang bisnis kalian supaya berjalan baik. Rinci juga posisi masing-masing tenaga kerja sesuai kompetensi dan jobdesc-nya.


6. Analisis Modal dan Keuangan

Menyusun bisnis plan makanan tak hanya sampai di sini, kalian juga harus teliti dan detail dalam memproyeksikan kebutuhan anggaran dan arus keuangan yang mungkin nanti akan kalian alami.

Rencana keuangan tersebut termasuk dalam pemasukan dan pengeluaran, pengembalian modal (Break Event Point), pengembalian investasi (Return on Investment), perhitungan penggunaan daya ungkit (Leverage), dan lain sebagainya.


7. Rencana Pengembangan Usaha

Jika bisnis plan yang kalian susun dibuat untuk menarik investor atau penanam modal, kalian harus cermat dalam menuliskan rencana pengembangan usaha dengan menerapkan berbagai tips mudah menyusun bisnis plan makanan yang sudah kalian pelajari.

Tulis lengkap rencana dan upaya yang kalian gunakan untuk mengembangkan bisnis kalian, misalnya kemungkinan membuka cabang baru dan inovasi menu. Dalam dunia film, buat spoiler yang mengundang rasa ingin tahu sekuel selanjutnya.


8. Resiko yang Bisa Menghambat Usaha

Semua susunan bisnis plan selesai kalian buat, jangan ketinggalan pula tulis kemungkinan resiko yang menghambat bisnis kalian ke depannya. Tak hanya paham jenis resiko, tapi juga strategi yang kalian gunakan untuk mengurangi dampak buruk dari resiko bisnis tersebut.

0 tampilan
  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

#CobaKonsultasiAja